oleh

Destinasi Wisata Baru, Gua Soekarno Sumenep Yang Eksotis Nan Memikat

PortalMadura.Com, Sumenep – Ujung timur pulau Madura, tepatnya di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memiliki banyak sekali wisata alam dengan pemandangan yang sangat memesona.

Salah satunya, destinasi wisata baru berupa Gua Soekarno Sumenep yang tampak eksotis nan memikat. Lokasinya, berada di Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep.

Penampakan Gua Soekarno Sumenep dengan lighting lampu (Foto. Istimewa)

Gua Soekarno ini menyuguhkan pemandangan stalaktit dan stalagmit yang elok sekali serta diiringi lighting lampu yang sangat menakjubkan. Gua ini berada di lahan seluas 5.000-an meter.

Keberadaan Gua Soekarno Sumenep ini belum banyak diketahui oleh wisatawan. Itu wajar karena baru ditemukan satu tahun lalu. Dan pada momentum libur lebaran Idul Fitri 1440 H sudah dapat dikunjungi.

Rasanya tidak cukup jika Gua Soekarno Sumenep ini tidak masuk agenda kunjungan wisata keluarga di tahun 2019 ini. Setiap pengunjung juga akan menjumpai sajian dari menu kafe yang areanya ada di dalam gua. Hemmm… Ini tentu seru dan asyik untuk dinikmati!.

Syaratnya?. “Gak ada lah. Hanya yang perlu diperhatikan adalah jangan buang sampah sembarangan. Ada area khusus untuk merokok dan kami menghormati kearifan budaya lokal (local wisdom),” kata pengelola Gua Soekarno Sumenep, Syaiful Anwar, Minggu (2/6/2019) malam, pada PortalMadura.Com.

Local wisdom dimaksud yakni bagi pengunjung wanita disarankan tidak mengenakan bawahan pendek, sebaiknya celana panjang atau apapun jenisnya asal tidak di atas lutut. “Lebih elok kalau mengenakan pakaian bebas tapi sopan,” ucapnya.

Penamaan Gua Soekarno Sumenep

Penampakan Gua Soekarno Sumenep (Foto. Istimewa)

Syaiful Anwar yang aktif di dunia pariwisata Madura ini menjelaskan, penamaan Gua Soekarno berawal dari penemuan foto-foto Soekarno di dalam gua tersebut.

“Pertama kami masuk, banyak sekali foto-foto Soekarno di dalam gua itu,” terangnya.

Loading...

Usut punya usut, ternyata Gua itu pernah dihuni oleh seseorang bernama Ki Soekardi. Ia sempat menikah dengan pemilik lahan dan mempunyai keturunan.

Ki Soekardi sendiri merupakan pengagum Soekarno. “Ia orang soekarnois. Umumnya musafir memang seperti itu, karena banyak foto-foto Soekarno di dalam Gua maka saat itu juga, diberi nama Gua Soekarno Sumenep,” katanya.

Kafe dalam Gua Soekarno Sumenep

Kafe di dalam Gua Soekarno Sumenep yang dilayani oleh kaum hawa setempat (Foto. Istimewa)

Pihak pengelola sudah menyediakan kafe di dalam gua yang semuanya ditangani oleh kaum hawa setempat. Mereka siap melayani profesional setiap pengunjung yang membutuhkan menu dari kafe tersebut.

“Biasanya, kalau kafe kan identik dengan penjaga pria. Ini beda, semuanya wanita dari warga sekitar,” jelasnya.

Keterlibatan kaum wanita dalam mengelola kafe dalam Gua Soekarno Sumenep ini dimaksudkan untuk menciptakan lapangan kerja.

“Ya itu tadi. Kami menghormati local wisdom,” ucapnya.

Layanan Kunjungan

Tempat santai di Gua Soekarno Sumenep (Foto. Istimewa)

Bagi warga atau wisatawan yang akan berkunjung ke Gua Soekarno Sumenep ini, pihak pengelola menyediakan waktu dari pukul 08.00 WIB dan tutup pada pukul 22.00 WIB.

“Jadi, soft launching-nya itu tanggal 8 Juni 2019 dengan harga tiket masuk Rp15 ribu. Layanan bagi pengunjung dari pagi sampai malam,” jelasnya.

Untuk sampai ke lokasi Gua Soekarno Sumenep ini tidak sulit dan bisa dilalui kendaraan roda empat. Rutenya, jika berangkat dari kota Sumenep membutuhkan waktu 40-45 menit ke arah Kecamatan Pasongsongan.

“Sebelum sampai Kantor Kecamatan Pasongsongan belok kiri. Ikuti jalan itu, lalu belok kanan menuju lokasi parkir atau cek saja di google maps,” pungkasnya.(*)


Penulis : Hartono
Editor : Hartono

Berita PortalMadura Aplikasi Android PortalMadura
Loading...

Komentar