oleh

Dewan A’wan Bata Bata dan Banyuanyar Sama-sama Dukung Kholifah

PortalMadura.Com, Pamekasan – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, KH. Kholilurrahman-Fathor Rohman (Kholifah) mendapat dukungan dari para ulama pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2018.

Buktinya, pada acara silaturrahmi yang digelar di wilayah pantura, Selasa (13/3/2018) tersebut banyak dihadiri oleh para ulama. Ulama yang mendampingi Kholifah pada pertemuan tersebut salah satunya adalah KH. Hasbullah Syamsul Arifin, pengasuh pondok pesantren Darul Ulum Banyuanyar, KH. Ahmad Faisol Abd. Hamid, Dewan A’wan pondok pesantren Mambaul Ulum Bata Bata, KH. Rofiuddin Syamsul Arifin, dewan A’wan pondok pesantren Darul Ulum Banyuanyar.

Selain itu, silaturrahmi yang meliputi masyarakat dari Desa Bujur Timur, Bujur Tengah dan Bujur Barat tersebut juga dihadiri oleh KH. Hisyam Bunangkah, KH. Ach. Khoiry Musliem, KH. Rawatib Bunangkah, KH. Zainuddin Pangereman dan KH. Somadani Bujur Barat.

Pada kesempatan itu, Cabup KH. Kholilurrahman menyampaikan beberapa program yang akan dijalankan ketika nanti ditakdirkan menjadi bupati periode 2018-2023. Salah satunya adalah program pertemuan rutin dengan para ulama, karena masukan dari ulama sangat efektif dalam membangun Pamekasan ke arah yang lebih baik.

Acara yang dikemas dengan doa bersama dan dialog tersebut juga dihadiri oleh Cawabup Fathor Rohman, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut mengaku bersyukur dan terharu melihat kekompakan para ulama pada pilkada tahun ini. Terutama pilar pengasuh pondok pesantren Banyuanyar dan pondok pesantren Bata Bata. Dengan bersatunya para ulama pilar di Pamekasan, Pilkada di Pamekasan bisa berjalan dengan penuh kesejukan.

“Saya terharu melihat kekompakan para ulama Banyuanyar dan Bata Bata dalam mendukung Kholifah. Sebab bersatunya merekalah yang ditunggu-tunggu masyarakat Pamekasan. Ini sungguh berkah yang besar bagi masyarakat Pamekasan,” terang Muhammad, warga yang ikut dalam forum silaturrahim tersebut.

Selain Muhammad, banyak masyarakat yang hadir ikut meneteskan air mata dan mengaku terharu dengan bersatunya para ulama bumi Gerbang Salam tersebut. (Marzukiy/Nanik)