oleh

Dewan Pamekasan Pertanyakan Murahnya Harga Garam Rakyat

PortalMadura.Com, Pamekasan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mempertanyakan murahnya harga garam rakyat yang terjadi musim 2018.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan, Harun Suyitno mengatakan, adanya impor garam yang dilakukan pemerintah seharusnya tidak memengaruhi harga garam rakyat. Mengingat, ribuan ton garam impor tersebut adalah garam industri, bukan garam konsumsi.

“Kalau garam petani murah gara-gara itu tentunya harus dipertanyakan, pasti ada permainan, karena garam itu garam industri bukan konsumsi,” tanya dia, Senin (10/9/2018).

Harun menambahkan, lebih mencurigakan lagi apabila murahnya garam petani terjadi di Madura. Mengingat di Madura tidak ada perusahaan besar yang membutuhkan garam industri dengan jumlah banyak.

“Kami meminta kepada PT Garam untuk memastikan harga garam petani Rp 1.500 per kilogram, karena kami dapat informasi bahwa harga garam di bawah Rp 1.000 per kilogram. Kasihan petani,” tandasnya.

Selain itu, lanjut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini bahwa berdasarkan informasi yang ia terima, PT Garam hanya membeli garam dengan kualitas tinggi (KW-1). Sementara garam di bawah itu tidak dibeli, sehingga membuat petani kebingungan.

“Oleh karena itu, kami minta hal ini tidak terjadi, karena semestinya PT. Garam membantu petani, bukan justru sebaliknya,” pungkasnya. (Marzukiy/Desy)

Loading...