oleh

Diguyur Hujan Deras dan Angin Kencang, Puluhan Hektar Tanaman Jagung Roboh

PortalMadura.Com, Sumenep – Puluhan hektar tanaman jagung yang ada di Kecamatan Ambunten, Sumenep, Madura, Jawa Timur roboh akibat diguyur hujan deras dan angin kencang selama sepekan terakhir.

Tanaman jagung milik petani yang sudah berumur sekitar 45 hari, nyaris rata dengan tanah. Selain beratnya beban air hujan, tanaman jagung yang sudah berbunga itu selalu diterjang angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan.

Para petani kuatir tanaman jagungnya tidak berbuah maksimal dan petani takut terancam gagal panen.

“Kalo sudah seperti ini, mana mungkin bisa berbuah bagus,” kata Saimah (30), petani jagung asal Desa Beluk kenek, Kecamatan Ambunten, Sumenep, Senin (5/1/2015).

Para petani hanya bisa pasrah dan berusaha mengikat tanaman jagungnya satu sama lain.

Loading...

“Mudah-mudahan pada musim tanam kedua nanti kita dapat hasil yang berlimpah,” timpal Suwarno (40), petani jagung asal Desa Keles, Ambunten.

Sementara, Kepala UPT Pertanian dan Tanaman Pangan Kecamatan Ambunten, Bambang Soetrisno mengaku tidak bisa berbuat apa dengan kondisi cuaca yang ekstrim. Pihaknya tetap menyarankan para petani jagung tidak berkecil hati.

“Saya himbau petani jagung tidak perlu risau dengan kondisi seperti ini, karena dibalik itu semua ada hikmah tersendiri bagi masyarakat,” ujar Bambang.

Meski kejadian tersebut tidak masuk dalam teknis pertanian, ia menghimbau petani jagung agar membangunkan tanaman jagungnya yang roboh, dan menimbun akarnya.

“Kalau cuaca seperti ini kan sudah biasa terjadi setiap tahun, jadi tidak mungkin petani akan gagal panen, asal tanaman yang roboh dibangunkan dan ditimbun tanah bagian akarnya,” pungkasnya.(udin/htn)





Berita PortalMadura
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE