oleh

Dinilai Mandul, Gotong Keranda Mayat Mahasurya Demo Kejari Sumenep

PortalMadura.Com, Sumenep – Puluhan mahasiswa Sumenep, Madura, Jawa Timur yang tergabung dalam Mahasiswa Sumekar Raya (Mahasurya) menggelar aksi ke Kantor Kejaksaan Negeri setempat, Kamis (28/7/2016).

Mereka menilai penyidik Kejaksaan Negeri Sumenep mandul dalam mengusut dugaan tindak pidana korupsi yang ada di Sumenep. Pendemo juga menggotong keranda mayat sebagai lambang kematian penegakan hukum.

Loading...

Tak hanya itu, berbagaimacam poster bertuliskan kecaman dibawa oleh pendemo. Salah satunya, “Kajari Sumenep Mandul”. Dan secara bergantian para koorlap aksi menggelar orasi di depan pintu masuk dan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian setempat.

“Semua kasus dugaan tindak pidana korupsi segera tuntaskan. Semisal raskin dan lain-lain,” teriak salah seorang koorlap aksi, Bisri dalam orasinya.

Menurutnya, banyak dugaan tindak pidana korupsi yang ngendap, bahkan tak ada kabarnya dan nyaris terkubur. Padahal, masyarakat Sumenep menunggu hasil kerja dari penyidik kejaksaan yang selama ini “diam” dan tak terdengar “suaranya”.

Ia pun mencontohkan, kasus Raskin di Desa/Kecamatan Guluk-Guluk, Desa Poteran, dan Lapa Laok serta tujuh kecamatan di kepulauan. “Semuanya tidak jelas hasil pengusutannya,” katanya.

Para pendemo pun terus melakukan orasi secara bergantian dan meminta pihak kejaksaan terutama bapak Kajari Sumenep untuk menemui mereka. Puas berorasi, akhirnya mereka ditemui oleh Kasi Datun Kejari Sumenep, Ridwan Ismawanta.

“Pak Kajari saat ini tidak bisa menemui mahasiswa, karena ada undangan. Mengenai penanganan kasus korupsi raskin Guluk-guluk, Poteran, dan Lapa Taman dan yang tujuh kepulauan tetap berjalan,” terangnya.

Para pendemo pun belum puas terhadap penjelasan tersebut, sehingga lima orang perwakilan diminta untuk masuk ke Kantor Kejaksaan Negeri Sumenep. Sementara keranda mayat yang dibawa pendemo dibuang di kantor Kejaksaan Negeri Sumenep, jalan KH Mansur.(Bahri/har)