oleh

Dongkrak Ekonomi Warga, Wirausaha Muda Sumenep Beri Pelatihan Budi Daya Jamur dan Pengolahannya

PortalMadura.Com, Sumenep – Wirausaha Muda Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus menerus melatih dan memberi keterampilan kerja bagi warga.

Salah satunya budi daya jamur dan cara pengolahannya yang berpotensi besar untuk mendongkrak perekonomian warga.

Hal tersebut dilakukan setelah sukses melahirkan pengusaha jamur pada tahun lalu.

Kegiatan berlangsung di Sentra Gapura, Kecamatan Gapura, Sumenep. Diikuti sedikitnya 65 peserta dan dijadwalkan digelar selama 25 hari ke depan.

Pemberian materi dan praktik budi daya Jamur (Foto. Nanik Dwi Jayanti/@portalmadura.com)

Pendamping Wirausaha Muda Sumenep, Sofiyani Insani menjelaskan, untuk optimalisasi pelatihan tersebut, pihaknya mendatangkan pemateri dari pemilik Jamur Magma Agrobisnis Malang, Supramto.

Fokusnya, untuk materi hari ini, Sabtu (14/9/2019), pada pembuatan baglog (media tanam jamur yang sudah siap panen).

Para peserta membuat seribu baglog dengan bahan yang telah disediakan. Kemudian untuk pembibitan akan dilaksanakan pelatihan besok, Minggu (15/9/2019).

“Untuk budi daya jamur di sini memang masih langka. Jadi, masih belum membumi banget gitu kan?. Kita bener-bener mengoptimalkan budi daya jamur karena progresnya sangat besar,” ujarnya.

Loading...

Pihaknya berharap dengan pelatihan ini bisa menjadi ladang usaha terutama bagi wirausaha muda. Usaha jamur memiliki peluang usaha yang sangat menjanjikan.

Dari hasil budi daya jamur yang sudah berjalan sejak tahun 2018, sudah banyak menerima pesanan baik dari dalam kota maupun luar kota.

Mereka juga telah memasuki beberapa cafe di Sumenep, bahkan alumni pelatihan tahun lalu itu, ada yang memiliki outlet jual olahan jamur.

Disebutkan, ada tiga daerah yang menjadi tempat budi daya jamur di Sumenep, yakni Lalangon, Lenteng, dan Kecamatan Gapura.

Budi daya jamur di wilayah Sentra Gapura Sumenep (Foto. Nanik Dwi Jayanti/@portalmadura.com)

Di wilayah Gapura sendiri, kapasitas kumbung jamurnya 2 ribu sampai 4 ribu baglog di musim panas dan bisa sampai 4 kg panen jamur.

Sedangkan bila musim hujan bisa 7-10 kg, sebab suhu musim hujan lebih dingin.

Direncanakan, Wirausaha Muda Sumenep ke depan akan menerbitkan baglog. Di Madura, khususnya Sumenep produksi baglog belum ada dan sangat progres serta memiliki nilai jual tinggi.

“Ini sangat menjanjikan. Jadi, harus dioptimalkan dan bagi teman-teman alumni yang ingin berbisnis ini kita wadahi tempatnya,” pungkasnya.(*)


Penulis : Nanik Dwi Jayanti
Editor : Putri Kuzaifah
whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar