oleh

DPR RI, Arteria Dahlan: Guru dihormati bukan dikriminalisasi

PortalMadura.Com, Sampang – Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan mengungkapkan, guru seyogianya (sepatutnya) dihormati dan disegani bukan menjadi okyek atau menjadi korban tindak kriminalisasi. Apalagi dilakukan oleh anak didiknya sendiri.

Hal tersebut disampaikan Arteria Dahlan saat berkunjung ke rumah duka guru honorer, Ahmad Budi Cahyanto di Sampang, Madura, Jawa Timur, Jumat (9/2/2018).

“Bukan hanya tindakan penganiayaan hingga meninggal dunia. Lebih tragis lagi, almarhun harus meninggalkan seorang istri yang sedang hamil,” kata pria yang juga Ketua Badan Bantuan Hukum dan Advokasi DPP PDI Perjuangan ini.

Dalam kasus tersebut, pemilik Kantor Hukum Arteria Dahlan Lawyers itu juga meminta aparat penegak hukum, khususnya penyidik Polres Sampang hendaknya memproses secara profesional.

“Proses hukum harus dijalankan secara proporsional, profesional, dan nyaman. Jadi, penegakan hukum harus berkepastian dan segera,” tegas Arteria Dahlan yang dilantik menjadi Pejabat Antar Waktu (PAW) DPR-RI periode 2014-2019 pada 23 Maret 2015 menggantikan Djarot Syaiful Hidayat.

Menurut Arteria, wajib hukumnya bagi seorang guru terlindungi dalam setiap melaksanakan tugas dan fungsinya dalam hal pendidikan. Sehingga guru merasa nyaman dalam aktivitas kependidikan.

“Kasus ini jangan terulang kembali. Jangan sampai guru dikriminalisasi, apalagi menjadi objek penderita. Masak anak memukul gurunya hingga meninggal dunia,” ujarnya.

Bagi Arteria, tersangka inisial MH (17) siswa SMAN 1 Torjun Sampang, wajib menjalani proses hukum sebagaimana layaknya seorang pribadi warga negara.

“Kita sedang meramu bagaimana rasa keadilan bisa hadir di tengah masyarakat Sampang. Kita bersama Polres beriktikat baik dan berkomitmen sama-sama mengawal proses hukum sampai tuntas. Apabila ada intervensi dari salah satu pihak, segera laporkan kepada saya,” tandasnya.(Rafi/Nanik)