PortalMadura.com–PSPS Pekanbaru mengemban misi ganda saat bertandang ke markas Persiraja Banda Aceh dalam laga penutup pekan ke-18 Grup A Championship Liga 2 2025/2026 di Stadion H Dimurthala, Sabtu (31/1/2026) malam. Pertandingan kick off pukul 20.30 WIB ini menjadi penentu nasib Askar Bertuah yang terancam degradasi sekaligus penentu posisi PSMS Medan di lima besar klasemen.
Skuad asuhan Aji Santoso kini terjebak di peringkat delapan klasemen sementara dengan 21 poin—hanya berjarak tipis dari zona degradasi yang ditempati Persekat. Tekanan semakin besar setelah hasil imbang 1-1 melawan Adhyaksa FC pada Jumat (23/1/2026) lalu yang memicu protes dari manajemen PSPS terkait kepemimpinan wasit.
“Kami fokus pada laga besok. Pemain sudah memberikan yang terbaik melawan Adhyaksa dan ini menjadi modal bagus untuk bermain di Banda Aceh,” ujar Aji Santoso dalam sesi pers usai laga melawan Adhyaksa, tanpa berkomentar panjang soal kontroversi wasit.
Bagi Persiraja, kemenangan menjadi harga mati untuk menggeser PSMS Medan dari posisi kelima klasemen. Saat ini Laskar Rencong mengoleksi 24 poin, hanya tertinggal dua angka dari Ayam Kinantan yang baru saja menang atas FC Bekasi City pada Jumat (30/1/2026). Jika Persiraja menang malam ini, mereka akan mengumpulkan 27 poin dan otomatis menggeser PSMS ke peringkat enam—posisi yang tidak lolos ke babak selanjutnya.
Menariknya, PSPS malam ini tidak hanya didukung suporter sendiri. Ribuan fans PSMS Medan justru memberikan dukungan moral kepada Askar Bertuah agar mampu mencuri poin di kandang Persiraja. “Kami berharap PSPS bisa setidaknya meraih hasil imbang. Ini penting untuk membantu PSMS tetap di lima besar,” ujar koordinator suporter PSMS, Rizal Fadillah, kepada detikcom, Sabtu siang.
Rekor head to head menjadi modal kepercayaan diri PSPS. Pada pertemuan pertama putaran kedua di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Askar Bertuah menang tipis 1-0. Secara keseluruhan dalam lima pertemuan terakhir, PSPS unggul dengan tiga kemenangan berbanding satu kemenangan Persiraja dan satu hasil imbang.
Pelatih Aji Santoso diprediksi menurunkan formasi ofensif dengan memaksimalkan pemain anyar yang didatangkan pada bursa transfer putaran kedua. Kemenangan menjadi satu-satunya target demi menjauh dari bayang-bayang degradasi sekaligus membantu sekutu tak resmi PSMS Medan mempertahankan posisi strategis di klasemen.
“Saya tidak menuduh siapa-siapa soal laga sebelumnya. Yang penting kami menang malam ini,” tegas Aji Santoso singkat.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat mengingat kedua tim sama-sama membutuhkan poin penuh untuk tujuan berbeda. Atmosfer Stadion H Dimurthala yang dikenal angker bagi tim tamu akan menjadi ujian tersendiri bagi mental skuad PSPS yang tengah dalam tekanan.
PSPS Pekanbaru mengemban misi ganda saat bertandang ke markas Persiraja Banda Aceh dalam laga penutup pekan ke-18 Grup A Championship Liga 2 2025/2026 di Stadion H Dimurthala, Sabtu (31/1/2026) malam. Pertandingan kick off pukul 20.30 WIB ini menjadi penentu nasib Askar Bertuah yang terancam degradasi sekaligus penentu posisi PSMS Medan di lima besar klasemen.
Skuad asuhan Aji Santoso kini terjebak di peringkat delapan klasemen sementara dengan 21 poin—hanya berjarak tipis dari zona degradasi yang ditempati Persekat. Tekanan semakin besar setelah hasil imbang 1-1 melawan Adhyaksa FC pada Jumat (23/1/2026) lalu yang memicu protes dari manajemen PSPS terkait kepemimpinan wasit.
“Kami fokus pada laga besok. Pemain sudah memberikan yang terbaik melawan Adhyaksa dan ini menjadi modal bagus untuk bermain di Banda Aceh,” ujar Aji Santoso dalam sesi pers usai laga melawan Adhyaksa, tanpa berkomentar panjang soal kontroversi wasit.
Bagi Persiraja, kemenangan menjadi harga mati untuk menggeser PSMS Medan dari posisi kelima klasemen. Saat ini Laskar Rencong mengoleksi 24 poin, hanya tertinggal dua angka dari Ayam Kinantan yang baru saja menang atas FC Bekasi City pada Jumat (30/1/2026). Jika Persiraja menang malam ini, mereka akan mengumpulkan 27 poin dan otomatis menggeser PSMS ke peringkat enam—posisi yang tidak lolos ke babak selanjutnya.
Menariknya, PSPS malam ini tidak hanya didukung suporter sendiri. Ribuan fans PSMS Medan justru memberikan dukungan moral kepada Askar Bertuah agar mampu mencuri poin di kandang Persiraja. “Kami berharap PSPS bisa setidaknya meraih hasil imbang. Ini penting untuk membantu PSMS tetap di lima besar,” ujar koordinator suporter PSMS, Rizal Fadillah, kepada detikcom, Sabtu siang.
Rekor head to head menjadi modal kepercayaan diri PSPS. Pada pertemuan pertama putaran kedua di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Askar Bertuah menang tipis 1-0. Secara keseluruhan dalam lima pertemuan terakhir, PSPS unggul dengan tiga kemenangan berbanding satu kemenangan Persiraja dan satu hasil imbang.
Pelatih Aji Santoso diprediksi menurunkan formasi ofensif dengan memaksimalkan pemain anyar yang didatangkan pada bursa transfer putaran kedua. Kemenangan menjadi satu-satunya target demi menjauh dari bayang-bayang degradasi sekaligus membantu sekutu tak resmi PSMS Medan mempertahankan posisi strategis di klasemen.
“Saya tidak menuduh siapa-siapa soal laga sebelumnya. Yang penting kami menang malam ini,” tegas Aji Santoso singkat.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat mengingat kedua tim sama-sama membutuhkan poin penuh untuk tujuan berbeda. Atmosfer Stadion H Dimurthala yang dikenal angker bagi tim tamu akan menjadi ujian tersendiri bagi mental skuad PSPS yang tengah dalam tekanan.





