PortalMadura.com–Persik Kediri terpaksa menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jumat (13/2/2026) pukul 15.30 WIB, dalam laga pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026 yang digelar tanpa penonton.
Pertandingan ini dipindahkan dari Kediri karena belum mendapat izin keamanan dari aparat setempat.
Macan Putih datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih dua kemenangan beruntun: mengalahkan Bali United 3-2 dan Dewa United 2-1.
Momentum positif tersebut menjadi modal penting bagi skuad asuhan Paulo Madeira untuk memperbaiki posisi di klasemen, di mana mereka kini bertengger di peringkat ke-11 dengan 25 poin.
“Kami dalam kondisi siap. Dua kemenangan terakhir memberi suntikan semangat besar kepada seluruh pemain,” ujar salah satu penggawa Persik yang enggan disebutkan namanya.
Namun, Persik harus bermain tanpa fullback kiri Yoga Adiatama yang mengalami cedera lutut kiri sejak pertandingan melawan Bali United pada 30 Januari lalu. Tim medis masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk menentukan masa pemulihannya.
Di kubu tamu, PSIM Yogyakarta datang dengan misi bangkit. Tim besutan Jean-Paul van Gastel gagal meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir: kalah 0-3 dari Persebaya Surabaya, takluk 1-2 dari Borneo FC, dan bermain imbang tanpa gol melawan juru kunci Persis Solo.
Kini Laskar Mataram berada di peringkat ketujuh dengan 31 poin dan butuh kemenangan untuk menjaga jarak dengan persaingan zona atas.
Kabar baik bagi PSIM, gelandang Deri Corfe dipastikan pulih dan siap dimainkan.
Namun, Anton Fase masih absen karena cedera jari kaki, sementara Donny Warmerdam yang baru kembali berlatih belum siap debut. Kiper Harlan Suardi perlahan membaik meski masih dalam tahap adaptasi.
Rekor pertemuan menjadi catatan menarik.
Dalam enam duel resmi sejak 2011, Persik unggul dengan empat kemenangan berbanding dua milik PSIM, tanpa hasil imbang.
Namun pada pertemuan terakhir 31 Oktober 2025, PSIM sukses menang 2-1 di Yogyakarta.
Pertandingan ini dapat disaksikan melalui siaran langsung Vidio. Bagi Persik, kemenangan berarti menjaga tren positif sekaligus mendekati papan tengah klasemen.
Sementara bagi PSIM, tiga poin menjadi keharusan untuk kembali ke jalur kemenangan dan mempertahankan posisi di papan tengah yang kian ketat persaingannya.





