oleh

Dunia Harus Lawan Politik Kebencian dan Demonisasi

PortalMadura.Com, Jakarta – Amnesti Internasional mengingatkan bahwa serangan teroris pada dua masjid di Christchurch, Selandia Baru adalah konsekuensi membiarkan kebencian dan demonisasi (melebih-lebihkan keburukan atau kejahatan) tidak terkendali.

Sekretaris Jenderal Amnesti Internasional Kumi Naidoo mengatakan, “Para penyerang melepaskan kebencian dan rasisme mereka yang mematikan pada wanita, pria, dan anak-anak ketika mereka mengambil bagian dalam doa Jumat telah membuat kami semua kaget dan sedih.”

“Ini harus membuka mata pemimpin dunia yang telah mendorong atau menutup mata terhadap momok Islamofobia. Politik demonisasi saat ini telah menelan biaya 49 orang,” ujar Naidoo dalam siarannya. dilaporkan Anadolu Agency, Sabtu (16/3/2019).

Naidoo merujuk pada laporan yang menyatakan bahwa penyerang adalah pengikut manifesto supremasi kulit putih. Menurut dia para pemimpin dunia untuk mulai melawan ideologi penuh kebencian ini.

Selama ini, kata Naidoo Selandia Baru adalah Negara yang berkembang pesat di Masyarakat multikultural, menyambut pengungsi dan migran, dan menghormati hak setiap orang untuk menjalankan agama mereka dengan damai.

“Serangan-serangan ini hanya dapat memperkuat tekad kami untuk berjuang demi Masyarakat yang dibangun di sekitar perdamaian, harapan, dan keadilan. ”

Loading...

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan “Nasionalisme kulit putih” bukanlah ancaman bagi Masyarakat meski serangan pria bersenjata yang menewaskan 49 korban di Selandia Baru, terinspirasi dari ajaran tersebut.

“Saya pikir itu adalah sekelompok kecil orang yang memiliki masalah yang sangat, sangat serius, saya kira,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

“Jika Anda melihat apa yang terjadi di Selandia Baru, mungkin itu masalahnya. Saya belum cukup tahu tentang hal itu. Mereka baru belajar tentang orang itu, dan orang-orang yang terlibat. Tetapi itu tentu saja merupakan hal yang mengerikan.”

Korban jiwa untuk serangan itu termasuk 12 korban yang terluka parah dan pejabat memperingatkan bahwa angka itu bisa meningkat.

Pria bersenjata itu menembaki jamaah saat salat Jumat di masjid Al Noor dan Linwood di dan sekitar Christchurch, kota terbesar ketiga di Selandia Baru.

Empat tersangka – tiga pria dan satu wanita – ditahan sehubungan dengan pembantaian itu. Satu dilaporkan telah dibebaskan.

Tersangka utama berusia 28 Tahun dijadwalkan akan hadir di pengadilan hari Sabtu setelah didakwa melakukan pembunuhan.


Anadolu Agency
Sumber : Anadolu Agency

Komentar