oleh

Eksistensi Bahasa Indonesia di Era Milenial

Oleh : Ika Agustiningsih*

Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing nampaknya slogan tersebut sangatlah cocok digunakan saat ini. Bahasa Indonesia merupakan jati diri bangsa yang mencerminkan dari bangsa itu sendiri. Bahasa Indonesia pada saat ini kian memudar seiring kemajuan zaman.

Banyak orang tua memasukkan anaknya ke sekolah internasional dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai Bahasa pertamanya. Tidak hanya hal tersebut, banyak orang tua khawatir terhadap masa depan anak jika tidak menguasai bahasa asing sebagai bahasa Internasional sehingga menyebabkan anak lebih menyukai bahasa asing dibandingkan dengan bahasa Indonesia.

Pada dasarnya bahasa merupakan salah satu alat komunikasi masyarakat dalam menyampaikan suatu informasi yang dipercaya dapat menyatukan bangsa. Baik komunikasi maupun interaksi yang dilakukan di lingkungan sekitar maupun di media sosial yang saat ini digandrugi oleh para remaja.

Pada era modern ini banyak remaja lebih suka menggunakan bahasa asing dibandingkan dengan bahasa Indonesia yang dianggap kurang mengikuti kemajuan zaman. Terbukti semakin maraknya kata-kata yang diadopsi dari bahasa asing.

Seperti halnya pada pada kalimat “harga bakso itu sangatlah worth it dan rasanya sangatlah recommended” kata worth itdan recommended pada kalimat tersebut merupakan bahasa asing yang saat ini marak digunakan oleh youtuber yang mereview makanan. Youtuber sebutan terhadap orang memepunyai channel youtube.

Remaja yang dianggap sebagai penerus dan harapan bangsa menjadi salah satu tumpuan bangsa dalam mengubah Indonesia dengan kreativitas-kreativitasnya dan tetap berpegangan teguh terhadap bahasa Indonesia agar senantisasa mempersatukan bangsa Indonesia. Mengapa demikian?.

Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dipercaya dapat menyatukan bangsa Indonesia. Tidak heran jika banyak masalah yang didasari oleh kesalapahaman atau salah mengartikan bahasa yang disampaikan oleh orang lain sehingga problematika mengengai bahasa jaganlah dianggap hal yang sepele.

Melihat banyak kejadian-kejadian akhir-akhir ini di Indonesia kesalahan berbahasa dalam dunia nyata maupun di media sosial yang semakin maju. Sehingga dapat memecahbelah persatuan bangsa.

Kemajuan media sosial yang tidak bisa dihindari juga tidak dapat meminimalisir bahasa yang disampaikan oleh pengguna media sosial sehingga menimbulkan kesalahpahaman antara dua belah pihak yang nantinya akan berujung pada kepolisian karena dianggap mengganggu satu sama lain.

Loading...

Angka pengguna media sosial pada remaja mencapai angka 49,52% berdasarkan penelitian yang dilakukakan oleh IDN TIMES angka tersebut bukanlah angka yang sedikit. Hal tersebut sangatlah mengkhawatrikan psikologis anak karena remaja dianggap belum bisa memilah atau mencerna bahasa Indonesia yang baik.

Kekhawatiran terhadap bahasa Indonesia yang semakin hari semakin ditinggalkan oleh masyarakat ini juga disebabkan tuntutan pekerjaan. Banyak lowongan pekerjaan yang menuntut masayarakat Indonesia untuk menggunakan bahasa asing. Pemerintah seharusnya mengambil tindakan dengan membuat peraturan untuk mengutamakan bahasa Indonesia dalam segala kegiatan yang dilakukan di Indonesia.

Solusi yang dapat dilakukan dalam masalah yang dihadapi bangsa Indonesia yang disebabkan oleh semakin sedikitnya jumlah pengguna bahasa Indonesia dapat diminimalisir dengan menanamkan rasa percaya diri terhadap anak dalam mennggunakan bahasa Indonesia. Selain itu mengajarkan bahasa Indonesia pada anak sejak usia dini.

Dengan demikian, anak dapat mengetahui pentingnya menggunakan bahasa Indoensia dengan tetap mengutamakan bahasa Indoensia. Dalam hal ini bukan berarti melarang orang tua untuk mengajarkan bahasa asing karena bagaimanapun bahasa asing juga sangatlah penting melihat persaingan dalam dunia kerja.

Kebiasaan menggunakan bahasa Indonesia sejak usia dini akan menimbulkan rasa cinta terhadap bahasa Indonesia. Buatlah bahasa Indonesia mendunia di manca Negara dan menarik mereka untuk mempelajari bahasa Indonesia. Dengang demikian bahasa Indonesia akan bersaing dengan bahasa-bahasa Internasional lainnya.

Masyarakat patut berbangga dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Dengan bahasa Indonesia berbagai suku, ras, dan golongan menjadi satu dalam Bhineka Tunggal Ika.

Dengan Bahasa Indonesia seluruh elemen masyarakat tidak merasakan adanya perbedaan. Dengan mengacu pada UU No. 24 tahun 2009 tentang bendera, lambang Negara, lagu kebangsaan, dan Bahasa Indoesia. Oleh karenanya, sebagai warga Negara Indonesia yang mewarisi segala nilai perjuangan nenek moyang, marilah bersama-sama kita kumandangkan aku cinta bahasa Indonesia, aku bangga bahasa Indonesia, dan bahasa Indonesia memang luar biasa.(*)

*Pengirim : Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Malang
Ikaagustin747@gmail.com

“Redaksi PortalMadura.Com menerima tulisan opini, artikel dan tulisan lainnya yang sifatnya memberi sumbangan pemikiran pada kemajuan negeri ini. Dan semua isi tulisan diluar tanggung jawab Redaksi PortalMadura.Com.”

Komentar