oleh

Fashion On The Street, Ketua PWI Sumenep Rifai : Jadikan Koreksi untuk Kemajuan Pariwisata

PortalMadura.Com, Sumenep – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Moh. Rifai, ikut menyikapi kegiatan Fashion On The Street yang digelar Pemkab Sumenep, Sabtu (9/12/2017).

Menurutnya, apapun yang terjadi dalam kegiatan Fashion On The Street, semua adalah milik kita, semangatnya tentu tulus dan bersih ingin memajukan kota tercinta Sumenep. “Biarlah ini jadi koreksi untuk Sumenep ke depan,” ujar Rifai, Minggu (10/12/2017).

Pernyataan tersebut disampaikan seiring dengan viralnya kegiatan Fashion On The Street di media sosial yang mengunggah foto salah satu baju peserta fashion yang dinilai kurang etis ditampilkan di Sumenep.

Kegiatan itu digelar Pemerintah Kabupaten Sumenep, di depan Makodim 0827 Sumenep, bukan di depan masjid Keraton Sumenep, seperti yang ramai di media sosial.

Rifai yakin, bahwa kawan-kawan panitia tidak mungkin mempunyai maksud untuk menampilkan seperti itu. Dan itu pun kadung terjadi.

“Tetaplah semangat kawan-kawan dan teruskan berbuat. Jadikan ini sebagai koreksi untuk kita semua,” kata Rifai yang juga wartawan harian koran Surya.

Menurutnya, tak ada gading yang tak retak. “Semangat. Hanya niat tuluslah yang bisa menghapus semua problem ini,” tandasnya.

Pada lomba fashion batik yang mengusung tema “Batik Sekar Jagad Keraton Sumenep” itu, diikuti oleh peserta dari berbagai daerah, tidak hanya dari empat kabupaten di Madura, tapi juga dari daerah lain di Jawa Timur, seperti Surabaya, Bojonegoro, Yogyakarta, Bondowoso dan Situbondo.

Kegiatan spektakuler ini, juga dihadiri Putri Indonesia tahun 2016, Kezia Roslin Cikita Warouw dan desainer Internasional Anas Khairunnas.

Humas dan Media Official Sumenep Batik Festival, Ibnu Hajar, menjelaskan, dari empat kategori, pesertanya mencapai 90-an orang.

Pada malam penentuan juara, juga dihibur oleh Rena KDI, artis Jawa Timur Winda Nafira serta musik Zansibar Big Band di GOR A Yani Sumenep. (Hartono)