oleh

Festival Seni Pencak Silat Sambut Peringatan Hari Jadi Sumenep ke 750 tahun

PortalMadura.Com, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar festival seni pencak silat ke 3, Jumat (27/9/2019) malam.

Kegiatan tersebut bertempat di Lapangan Kesenian Sumenep (LKS) Gotong Royong selama dua hari sejak, Jumat-Sabtu (27-28/9/2019).

Event pencak silat tahun ini diikuti 37 peserta. Mereka dari perkumpulan silat sebanyak 17 pasang, 12 pasang junior putra dan 8 pasang junior putri dari perguruan silat.

Mereka berusia 14-21 tahun merupakan utusan perguruan anggota IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). Usia 21-30 dari perkumpulan silat tradisional pencak silat ‘kampong’.

Dewan juri terdiri dari 3 orang. Mereka terdiri dari 2 orang wasit festival silat berlisensi nasional dan 1 orang wasit tanding berlisensi Jawa Timur.

Para peserta unjuk kebolehan di hadapan juri dan penonton dengan menggunakan senjata maupun tangan kosong yang diiringi musik khas pencak silat.

Pembukaan festival pencak silat ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Sumenep, A Busyro Karim, Jumat (27/9/2019) malam di lapangan Gotong Royong (Foto. Nanik Dwi Jayanti/ @portalmadura.com)

Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumenep, Carto mengatakan, selain untuk melestarikan dan mengembangkan budaya bangsa Indonesia juga sebagai ajang silaturahmi antar perguruan dan perkumpulan silat se Kabupaten Sumenep.

Loading...

“Acara ini merupakan kegiatan olahraga rekreasi dalam rangka memperingati dan meyemarakkan hari jadi ke 750 tahun Kabupaten Sumenep,” jelasnya.

Bupati Sumenep, A Busyro Karim, yang membuka langsung festival pencak silat, berharap agar seni pencak silat terus diupayakan lebih maksimal keberadaannya.

“Untuk itu saya benar-benar berharap dari acara malam ini nanti ke depan atau tahun depan kalau ada festival seperti ini harus lebih ramai daripada pelaksanaan pada malam ini,” katanya.

Menurutnya, pada dasarnya dalam sebuah pencak silat ada nilai-nilai yang begitu tinggi, seperti sportivitas, melatih keberanian dan menghargai orang lain.

“Saya kira ini bagian dari bagaimana nilai-nilai yang ada itu terus berkembang dan tumbuh di Kabupaten Sumenep di tengah-tengah arus globalisasi yang kadang-kadang kita sebagian masyarakat atau pemuda sudah tidak lagi berpikir untuk mempertahankan nilai-nilai yang kita miliki,” terangnya.

Ia optimis bila para generasi muda aktif dalam pencak silat, maka mereka akan ada keberanian untuk menolak budaya-budaya yang tidak sesuai.

“Di negara maju, pencak silat tradisional itu dikembangkan, dipertahankan dan itu bagian dari bagaimana anak-anak muda bisa tidak terjebak pada kenakalan-kenakalan remaja termasuk narkoba dan semacamnya,” tandasnya.

Turut hadir dalam momentum tersebut, Forkopimda, pimpinan OPD di lingkungan Kabupaten Sumenep, pelatih dan senior pencak silat.(*)


Penulis : Nanik Dwi Jayanti
Editor : Putri Kuzaifah


Berita PortalMadura
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE