oleh

Fundamental Ekonomi RI Jadi Modal Peningkatan Daya Saing

PortalMadura.Com, Jakarta – Kementerian Keuangan mengatakan terjaganya fundamental ekonomi menjadi modal penting perbaikan daya saing Indonesia secara global.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Nufransa Wira Sakti mengatakan posisi daya saing Indonesia secara global membaik berdasarkan penilaian dari IMD World Competitiveness Yearbook (WCY) 2019 dari 43 ke 32.

“Peningkatan ini yang tertinggi di kawasan Asia sehingga peringkat daya saing Indonesia saat ini berada di atas negara-negara pers seperti India, Filipina, Turki, Afrika Selatan dan Brazil,” ujar Nufransa. dilaporkan Anadolu Agency, Senin (3/6/2019).

Menurut dia, Indonesia memiliki keunggulan berdasarkan lanskap daya saing penilaian WCY, dalam hal ekonomi domestik peringkat 7, kebijakan perpajakan peringkat 4, pasar tenaga kerja peringkat 3, serta tingkah laku dan nilai peringkat 14.

Namun Indonesia masih harus terus melakukan perbaikan pada aspek perdagangan internasional di peringkat 59, kesehatan dan lingkungan peringkat 58, pendidikan peringkat 52, dan infrastruktur teknologi di peringkat 49.

Nufransa menambahkan beberapa kriteria menunjukkan perbaikan signifikan sehingga berkontribusi pada kenaikan peringkat antara lain aplikasi paten, korupsi, biaya listrik industri, keadilan, serta hukum.

“Hal tersebut menunjukkan Indonesia mengalami kemajuan yang baik pada berbagai aspek seperti ekonomi, pendidikan dan pengetahuan, serta hukum,” tambah dia.

Nufransa mengatakan berdasarkan Executive Opinion Survey yang menjadi salah satu bagian penilaian daya saing WCY, faktor yang dianggap paling menarik dari perekonomian Indonesia adalah ekonomi yang dinamis, perilaku terbuka dan positif masyarakat, serta kebijakan yang stabil dan terprediksi.

“Perbaikan peringkat daya saing Indonesia menunjukkan hasil positif dari berbagai reformasi struktural dan ekonomi yang secara konsisten terus dilakukan oleh pemerintah,” jelas Nufransa.

“Pemerintah akan terus melanjutkan komitmen reformasi struktural dalam rangka meningkatkan produktivitas dan daya saing, infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, industrialisasi, dan kerangka institusi,” ungkap Nufransa.

Dia juga mengatakan sisi positif lainnya dari Indonesia adalah mampu mencatatkan pertumbuhan sehat di atas 5 persen, dengan tingkat inflasi yang rendah dan mendukung daya beli masyarakat serta konsumsi.

“Kualitas pertumbuhan juga terjaga yang ditandai penurunan tingkat pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan,” tambah dia.

Nufransa melanjutkan pemerintah akan terus mengarahkan APBN untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing seperti melalui pemberian insentif fiskal yang terukur, alokasi belanja yang berkualitas, serta pembiayaan anggaran yang prudent.


Anadolu Agency
Sumber : Anadolu Agency

Komentar