Fundamental Makin Solid, Saham BBRI Diproyeksi Jadi Incaran Investor Besar

Avatar of PortalMadura.com
Fundamental Makin Solid, Saham BBRI Diproyeksi Jadi Incaran Investor Besar

PORTALMADURA.COM, Jakarta – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dinilai berhasil memenuhi sejumlah kriteria utama yang menjadi acuan investor berskala besar. Kinerja keuangan yang solid, efisiensi operasional yang membaik, hingga pertumbuhan laba menjadi daya pikat utama emiten perbankan ini di tengah dinamika pasar saham domestik.

Head of Research Pluang Maju Sekuritas, Jason Gozali, menjelaskan bahwa keunggulan BBRI tecermin dari capaian finansial yang terus menunjukkan tren positif. Pada semester I-2026, BRI mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 17,5 persen secara tahunan, mencapai angka Rp 31,18 triliun.

“Pertumbuhan kinerja BRI turut diimbangi oleh perbaikan kualitas aset serta efisiensi operasional yang semakin terjaga,” ujar Jason di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Indikator Efisiensi dan Daya Tarik Investor Asing

Perbaikan kinerja tersebut ditopang oleh penurunan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) ke level 3,15 persen. Di saat yang sama, rasio biaya terhadap pendapatan (Cost to Income Ratio) membaik menjadi 35,49 persen dari posisi sebelumnya 38,52 persen. Tingkat profitabilitas perbankan ini juga menguat, terlihat dari Return on Equity (ROE) yang terdongkrak hingga 22,59 persen.

Dengan raihan laba tebal dan profitabilitas di atas 20 persen, BBRI dinilai memenuhi kualifikasi ideal bagi institusi besar yang mencari saham efisien dan memiliki likuiditas tinggi.

Minat pelaku pasar global turut mempertegas daya tarik saham perbankan BUMN ini. Dalam kurun waktu satu bulan hingga awal September, investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy) pada saham BBRI senilai lebih dari Rp 2,34 triliun.

Sentimen positif pasar semakin diperkuat oleh rencana Danantara yang bakal menambah alokasi investasi sekitar US$ 1 miliar atau setara Rp 17,9 triliun hingga akhir tahun. Dana segar tersebut melengkapi komitmen investasi awal sebesar US$ 3 miliar di instrumen saham dan obligasi, meski realisasinya tetap memperhitungkan valuasi serta pergerakan pasar.

Proyeksi Target Harga Saham BBRI

Meskipun fundamental bisnis BRI tergolong tangguh, para analis mengingatkan investor untuk tetap mencermati sejumlah indikator kunci. Salah satunya adalah margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) yang terkoreksi ke posisi 6,4 persen, serta penurunan rasio permodalan menjadi 19,35 persen seiring dengan ekspansi penyaluran kredit.

Atas pertimbangan prospek bisnis tersebut, Pluang Maju Sekuritas menetapkan target harga saham BBRI berada di level Rp 3.850.

Sementara itu, Kiwoom Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi buy untuk saham BBRI dengan target harga mencapai Rp 4.000 dalam jangka waktu 12 bulan ke depan. Valuasi tersebut mengacu pada metode Dividend Discount Model (DDM) dan Price to Book Value (P/BV).

Pada target harga Rp 4.000, saham BBRI diproyeksikan mentransaksikan rasio P/BV tahun 2026 sebesar 1,8 kali, yang tergolong cukup atraktif karena masih di bawah rata-rata historis tiga tahun terakhir sebesar 2,06 kali.


Rangkuman analisis pasar modal dan kinerja emiten ini disajikan oleh portalmadura.com untuk memberikan referensi serta informasi ekonomi tepercaya bagi para pembaca setia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses