Gen Z di Tempat Kerja: Fenomena atau Tantangan?

Gen Z di Tempat Kerja: Fenomena atau Tantangan?

Generasi Z kerap jadi sorotan di media sosial karena dianggap bermasalah di dunia kerja, seperti mudah baper, sering mengeluh, kurang inisiatif, dan cepat resign. Namun, survei dari Deloitte menunjukkan bahwa 49% dari mereka merasakan stres hampir setiap hari, menunjukkan adanya tekanan besar dalam lingkungan kerja mereka.

Laporan McKinsey menunjukkan bahwa Gen Z adalah generasi yang paling beragam dan mahir teknologi, namun sering merasa kurang didukung di tempat kerja. Kritik terhadap mereka mungkin lebih mencerminkan kurangnya dukungan dan manajemen yang adaptif daripada kesalahan mereka sendiri.

Studi dari Harvard Business Review mengungkapkan bahwa perusahaan dengan budaya kerja inklusif dan adaptif bisa meningkatkan produktivitas hingga 21%. Contohnya adalah Google dan Netflix yang sukses dengan budaya kerja fleksibel dan adaptif, sehingga karyawan merasa lebih dihargai dan produktif.

Untuk memaksimalkan kinerja Gen Z, penting untuk menerapkan prinsip “Memanusiakan Manusia” yang mengakui kebutuhan mereka akan apresiasi, ruang tumbuh, dan kesejahteraan. Formula “Being Human” telah diterapkan di banyak perusahaan besar untuk meningkatkan produktivitas dan loyalitas karyawan, termasuk di Indonesia melalui workshop Sekolah HRD Gila yang dipandu oleh Satia Pradana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses