PortalMadura.com–Pengamat langit di seluruh dunia bersiap menyambut serangkaian perubahan fase bulan sepanjang Februari 2026, dengan puncaknya berupa gerhana matahari cincin yang terjadi pada 17 Februari mendatang. Fenomena langka ini sayangnya tidak dapat disaksikan dari wilayah Indonesia.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta situs astronomi internasional Time and Date, bulan PortalMadura.com-PortalMadura.com-akan melalui empat fase utama selama Februari 2026. Perubahan bentuk bulan yang terlihat dari Bumi—mulai dari sabit, setengah lingkaran, hingga purnama—terjadi karena posisi relatif bulan terhadap Bumi dan Matahari dalam siklus revolusi sinodis selama rata-rata 29,53 hari.
Berikut jadwal fase bulan Februari 2026 dalam waktu Indonesia Barat (WIB):
– **Fase Purnama**: 2 Februari pukul 05.09 WIB
– **Fase Perempat Akhir**: 9 Februari pukul 19.43 WIB
– **Fase Bulan Baru**: 17 Februari pukul 19.01 WIB
– **Fase Perempat Pertama**: 24 Februari pukul 19.27 WIB
Pada fase Bulan Baru tanggal 17 Februari, gerhana matahari cincin akan terjadi sekitar pukul 19.01 WIB. Gerhana ini muncul ketika bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari, namun jaraknya relatif jauh sehingga tidak menutupi seluruh cakram matahari. Akibatnya, Matahari tampak seperti cincin cahaya terang di sekeliling bayangan bulan yang gelap.
Menurut Time and Date, jalur pandang gerhana cincin hanya melintasi wilayah Antartika dan Samudra Selatan. Sementara itu, pengamat di bagian selatan Afrika dan ujung selatan Amerika Selatan dapat menyaksikan gerhana matahari sebagian. Indonesia, yang terletak di kawasan Asia Tenggara, berada di luar jalur pandang sehingga fenomena ini tidak terlihat dari Tanah Air.
BMKG menegaskan bahwa meski gerhana tidak dapat diamati langsung di Indonesia, masyarakat tetap dapat memantau perubahan fase bulan setiap malam dengan mata telanjang. Fenomena ini menjadi pengingat akan dinamika sistem tata surya yang berlangsung secara teratur dan dapat diprediksi dengan akurasi tinggi.
Para pecinta astronomi diimbau tetap mengikuti informasi resmi dari lembaga terkait untuk memperoleh panduan aman jika berkesempatan menyaksikan gerhana di wilayah yang dilalui. Untuk Februari 2026, langit Indonesia akan tetap menampilkan keindahan bulan purnama awal bulan dan fase-fase berikutnya yang dapat dinikmati tanpa alat khusus.
Baca Juga:







