PortalMadura.com – Persaingan di Grup G piala dunia 2026 langsung memanas sejak laga perdana. Empat tim penghuni grup ini, yaitu Belgia, Mesir, Iran, dan Selandia Baru, harus puas berbagi angka setelah seluruh pertandingan pembuka berakhir tanpa pemenang. Fenomena langka ini membuat perebutan dua tiket menuju babak 16 besar kini terbuka lebar bagi semua kontestan.
Hingga Selasa (16/6/2026), Selandia Baru memimpin klasemen sementara Grup G secara administratif, dibayangi ketat oleh Iran, Belgia, dan Mesir. Keempat tim memiliki koleksi 1 poin, selisih gol, hingga produktivitas yang identik, sehingga tensi pertandingan berikutnya dipastikan bakal jauh lebih tinggi.
Belgia Gagal Jinakkan Mesir, Setan Merah Ditahan Imbang 1-1
Laga pembuka Grup G mempertemukan tim unggulan utama, Belgia, melawan kekuatan Afrika, Mesir. Di luar dugaan, skuad Mesir tampil sangat percaya diri sejak menit awal dan sukses mengejutkan lini pertahanan Belgia.
Gelandang Mesir, Emam Ashour, memecah kebuntuan pada menit ke-19 setelah sepakan terukurnya gagal diantisipasi kiper Belgia. Gol tersebut langsung meruntuhkan dominasi awal Setan Merah dan memaksa skuad asuhan Rudi Garcia bermain di bawah tekanan sepanjang babak pertama.
Memasuki babak kedua, Belgia mengurung pertahanan The Pharaohs. Gelombang serangan yang dimotori Kevin De Bruyne akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-66. Berawal dari pergerakan agresif Romelu Lukaku di dalam kotak penalti, bek Mesir Mohamed Hany melakukan kesalahan fatal yang berujung gol bunuh diri. Skor imbang 1-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Baca Juga: Grup H Piala Dunia 2026 Memanas! Semua Tim Masih Imbang, Spanyol dan Uruguay Belum Aman
Kejutan All Whites: Selandia Baru Nyaris Tumbangkan Iran 2-2
Jika hasil imbang Belgia dinilai sebagai kejutan kecil, performa Selandia Baru saat bersua Iran menjadi sorotan utama jagat sepak bola. Dianggap sebagai tim terlemah di Grup G, skuad All Whites justru tampil menggila dan memberikan perlawanan sengit.
Selandia Baru bahkan sempat dua kali memimpin lewat performa gemilang Elijah Just yang mencetak brace (dua gol). Skema serangan balik cepat dan efektivitas penyelesaian akhir anak-anak Selandia Baru berulang kali merepotkan lini belakang Team Melli (julukan Iran).
Namun, kematangan mental Iran berbicara di waktu krusial. Iran berhasil bangkit dan menyamakan kedudukan secara dramatis melalui gol Ramin Rezaeian dan Mohammad Mohebi untuk memaksakan skor akhir menjadi 2-2. Kendati gagal mengamankan poin penuh, Selandia Baru mengirim sinyal bahaya bahwa mereka bukan sekadar tim pelengkap.
Peta Persaingan Grup Terketat di Piala Dunia 2026
Hasil matchday pertama membuktikan tidak ada tim yang berada di zona nyaman. Belgia yang di atas kertas memiliki kedalaman skuad mumpuni, terlihat masih kesulitan membongkar strategi pertahanan rendah (low block).
Sebaliknya, Mesir membuktikan bahwa kolektivitas tim mereka tetap menakutkan meski tanpa ketergantungan penuh pada sang bintang, Mohamed Salah. Di sisi lain, daya juang Iran dan performa lepas tanpa beban dari Selandia Baru membuat peta kekuatan Grup G menjadi yang paling sulit diprediksi.
Baca Juga: Klasemen Grup F Piala Dunia 2026: Swedia Menggila, Belanda dan Jepang Saling Jegal
4 Fakta Menarik Matchday I Grup G:
- Poin Kembar: Kondisi keempat tim mengoleksi poin yang persis sama setelah laga pembuka merupakan momen langka di putaran final Piala Dunia.
- Sinar Elijah Just: Striker Selandia Baru ini langsung melejit dalam jajaran top skor pekan pertama berkat torehan dua golnya ke gawang Iran.
- Tekanan Belgia: Pasca-kegagalan total pada fase grup Piala Dunia 2022, Setan Merah kini dihantui tekanan serupa jika gagal menang di laga kedua.
- Misi Sejarah Iran: Iran masih berambisi besar lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.
Jadwal Pertandingan Kedua: Laga Hidup Mati
Pertandingan kedua diprediksi akan menjadi penentu nasib masing-masing tim. Belgia dijadwalkan bertarung melawan Iran dalam duel sengit yang wajib dimenangkan oleh kedua negara. Sementara itu, Selandia Baru akan menantang Mesir untuk memperebutkan posisi puncak klasemen.
Melihat ketatnya perolehan poin saat ini, aspek selisih gol, produktivitas, bahkan poin kedisiplinan (fair play) berpotensi menjadi faktor penentu kelolosan tim ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Klasemen Grup E Piala Dunia 2026: Jerman Menggila dengan 7 Gol, Pantai Gading Bikin Kejutan Besar





