oleh

Harga Bungkus Ketupat Naik Dibanding Tahun lalu

PortalMadura.com, Sumenep – Masyarakat Sumenep yang tengah mempersiapkan perayaan Lebaran Ketupat, keluhkan naiknya harga bungkus ketupat (orong topak, bahasa Madura Red), Jika tahun lalu Rp. 3.000 per sepuluh biji orang topak kini harganya naik Rp. 1.000 menjadi Rp. 4.000 per 10 biji orang topak.

Naiknya harga Orong topak tersebut dikeluhkan Halimah (40) Desa Kolor, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumene, Madura, Jawa Timur. Menurutnya kenaikan tersebut memberatkan dirinya dan warga, namun di tidak bisa berbuat apa-apa karean kebutuhan untuk membuat ketupat sangat tergantung orong topak.

“Iya ini naiknya langsung Rp. 1.000 dibanding tahun lalu kan cuma Rp. 3.000 untuk sepuluh biji” keluhnya.

Kenaikan harga orong topak tersebut dibenarkan salah satu pedagang Sahma (47), menurutnya dia tidak kuasa untuk tidak menaikannak harga orong topak, sebab harga bahan baku orong topak berupa janur mengalami kenaikan.

Loading...

“Sekarang harganya naik dari tahun sebelumnya, biasanya kami menjual orong ketupat super hanya Rp 4000 per sepuluh biji, tapi karena sekarang janurnya naik yakni Rp 7500 per kongkong, ya harga orong ketupatnya juga kami naikkan,” bebernya.

Dikatakan, harga janur untuk bahan pembuatan orong ketupat naik 2500 per kongkong, kalau tahun sebelumnya harga janur hanya Rp 5000 per kongkog, sekarang menjadi Rp 7000 perkongkong.

Selain naiknya harga janur, naiknya harga orong ketupat juga di picu naiknya upah pembuatan orong ketupat.

“Tahun lalu, ongkos pembuat orong ketupat hanya Rp 40 ribu per orang (sehari penuh), tapi sekarang ongkos pembuat orong ketupat naik menjadi Rp 50 ribu perorang.” Tandasnya.

Namun walaupun terjadi kenaikan harga orong topak, namun jumlah penjualan tidak mengalami penurunan, bahkan setiap hari dia kewalahan menangani permintaan orong topak dari masyarkat. (Udien/Deny)



whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar