Harga Emas Antam Turun Hari Ini! Simak Selisih Jual-Beli dan Potensi Untung Investasi Jangka Panjang

Avatar of PortalMadura.com
Harga Emas Antam Turun Hari Ini! Simak Selisih Jual-Beli dan Potensi Untung Investasi Jangka Panjang
Harga Emas Antam Turun Hari Ini! Simak Selisih Jual-Beli dan Potensi Untung Investasi Jangka Panjang

PortalMadura.comHarga emas batangan bersertifikat produksi Logam Mulia PT Aneka Tambang (Antam) mengalami penurunan pada Kamis (22/1/2026). Menurut data resmi dari Logam Mulia, harga jual emas turun Rp15.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.805.000 menjadi Rp2.790.000 per gram.

Bersamaan dengan itu, harga buyback—atau harga pembelian kembali emas oleh Logam Mulia—juga turun Rp15.000 per gram, dari Rp2.650.000 menjadi Rp2.635.000 per gram. Dengan demikian, selisih (spread) antara harga jual dan harga beli hari ini mencapai Rp155.000 per gram.

Perbedaan signifikan antara harga beli dan jual ini penting untuk dicermati, terutama bagi masyarakat yang berniat menjadikan emas sebagai instrumen investasi. Jika seseorang membeli emas pagi ini seharga Rp2.790.000 per gram, lalu terpaksa menjualnya kembali di hari yang sama, maka nilai yang diterima hanya sekitar Rp2.635.000—artinya langsung mengalami kerugian sebesar Rp155.000 per gram.

“Emas batangan memang bukan instrumen investasi jangka pendek,” kata pengamat keuangan dalam wawancara terpisah. “Karena spread-nya cukup lebar, potensi untung baru terlihat jika disimpan dalam jangka panjang, saat harga emas naik signifikan.”

Ilustrasi pergerakan harga menunjukkan bahwa investasi emas dalam jangka panjang memang memberikan imbal hasil menarik. Misalnya, investor yang membeli emas pada 22 Juli 2024 seharga Rp1.404.000 per gram kini bisa mendapatkan keuntungan hingga 87,68%. Sementara yang membeli pada 22 April 2024 (Rp1.343.000/gram) bahkan berpotensi untung 96,20%.

Namun, tidak semua periode menghasilkan keuntungan. Investor yang membeli emas pada 15 Januari 2026 (Rp2.675.000/gram) justru mengalami penurunan nilai sekitar 1,5% hingga hari ini.

Logam Mulia secara konsisten mempertahankan dua skema harga: harga jual untuk konsumen yang membeli emas, dan harga buyback untuk nasabah yang ingin menjual kembali. Kedua harga ini berubah setiap hari mengikuti dinamika pasar global dan kondisi ekonomi domestik.

Bagi calon investor, memahami pola pergerakan harga dan karakteristik spread ini menjadi kunci untuk menghindari keputusan impulsif. Emas tetap menjadi pilihan aman di tengah ketidakpastian ekonomi—namun hanya jika dikelola dengan strategi jangka panjang dan perencanaan matang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses