PortalMadura.com – Pergerakan Harga emas domestik menunjukkan sinyal positif pada Jumat, 5 Juni 2026, dengan kenaikan signifikan pada emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
Kenaikan ini terjadi di tengah dinamika pasar global yang bervariasi, dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter.
Harga emas Antam terpantau naik Rp 11.000 per gram, mencapai Rp 2.770.000 per gram pada pagi hari ini, berdasarkan data dari laman Logam Mulia.
Kenaikan harga ini membawa nilai pembelian kembali (buyback) emas Antam ikut terkerek menjadi Rp 2.583.000 per gram, melonjak Rp 12.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Tentu saja, harga jual emas Antam tersebut belum termasuk potongan pajak yang berlaku sesuai PMK No. 34/PMK.10/2017.
Untuk transaksi penjualan kembali emas batangan di atas Rp 10 juta, PPh 22 sebesar 1,5 persen berlaku bagi pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP.
Rincian Harga Emas Antam Berbagai Ukuran
Harga emas Antam bervariasi tergantung pada ukuran beratnya pada 5 Juni 2026.
Emas pecahan 0,5 gram dibanderol seharga Rp 1.435.000.
Untuk ukuran 1 gram, harga mencapai Rp 2.770.000.
Harga emas Antam 2 gram kini senilai Rp 5.480.000.
Sementara itu, emas 3 gram dihargai Rp 8.195.000.
Pecahan 5 gram dijual dengan harga Rp 13.625.000.
Emas 10 gram berada di level Rp 27.195.000.
Untuk ukuran yang lebih besar, 25 gram seharga Rp 67.862.000.
Emas 50 gram tercatat Rp 135.645.000.
Ukuran 100 gram memiliki harga Rp 271.212.000.
Selanjutnya, emas 250 gram dihargai Rp 677.765.000.
Untuk emas 500 gram, harganya Rp 1.355.320.000.
Adapun emas 1.000 gram (1 kilogram) dibanderol Rp 2.710.600.000.
Harga Emas di Pegadaian: UBS dan Galeri24 Menguat
Di Pegadaian, harga emas pada siang hari ini, 5 Juni 2026, menunjukkan tren kenaikan untuk beberapa jenis.
Emas cetakan Antam di Pegadaian terpantau stabil di kisaran Rp 2.881.000 per gram.
Produk UBS mencatatkan kenaikan paling signifikan sebesar Rp 20.000, mencapai Rp 2.836.000 per gram untuk ukuran 1 gram.
Emas batangan Galeri24 juga menguat Rp 17.000, kini berada di level Rp 2.773.000 per gram untuk ukuran 1 gram.
Beberapa sumber sebelumnya pada hari yang sama sempat melaporkan penurunan harga untuk UBS dan Galeri24 di Pegadaian.
Namun, data terbaru menunjukkan seluruh produk logam mulia di Pegadaian kompak merangkak naik setelah sempat mengalami tren penurunan.
Dinamika Pasar Emas Global
Kontras dengan kenaikan emas Antam di dalam negeri, pasar emas global menunjukkan pergerakan yang lebih beragam.
Harga emas spot dunia terpantau menguat lebih dari 1 persen pada akhir perdagangan Kamis (4/6/2026) waktu setempat, atau Jumat (5/6/2026) pagi WIB.
Emas spot tercatat naik 1 persen menjadi 4.476,85 dollar AS per ons, didorong oleh pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.
Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus juga menguat 0,9 persen ke level 4.505 dollar AS per ons.
Namun, laporan lain pada Jumat (5/6/2026) pagi menunjukkan emas spot justru turun 0,3% menjadi US$ 4.462,22 per ons troi, bersiap mencatat pelemahan mingguan.
Saat ini, pada 5 Juni 2026, harga emas global berada di sekitar $4,445.64 per ons.
Ketegangan yang mereda di Timur Tengah, khususnya laporan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon, turut memberikan tekanan terhadap dolar AS dan imbal hasil obligasi, sehingga menopang harga emas dunia.
Faktor-faktor Pemicu Pergerakan Harga Emas
Geopolitik Global dan Ketidakpastian Ekonomi
Ketidakpastian geopolitik global tetap menjadi pendorong utama permintaan emas sebagai aset ‘safe haven’.
Konflik yang memanas di Timur Tengah, seperti ketegangan antara AS-Iran dan Israel-Lebanon, secara langsung memicu kekhawatiran dan mendorong investor mencari perlindungan di emas.
Situasi global yang tidak stabil, mulai dari ketegangan militer hingga sanksi ekonomi, membuat emas dianggap sebagai instrumen lindung nilai terhadap risiko geopolitik.
Kebijakan Moneter dan Dolar AS
Kebijakan moneter bank sentral, khususnya Federal Reserve (The Fed) AS, memiliki dampak signifikan terhadap harga emas.
Ekspektasi penurunan suku bunga AS cenderung melemahkan dolar dan meningkatkan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Koreksi sehat pada yield obligasi tenor 10 tahun AS juga berkorelasi dengan pelemahan indeks dolar AS (DXY), yang pada gilirannya mendorong penguatan emas.
Namun, data ekonomi AS yang solid, terutama dari sektor tenaga kerja dan inflasi, masih menahan keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Permintaan Bank Sentral dan Kekhawatiran Inflasi
Pembelian emas secara masif oleh bank-bank sentral global, terutama dari negara-negara berkembang dan Tiongkok, terus menjadi penopang harga emas.
Bank-bank sentral secara aktif menambah cadangan emas mereka, mencerminkan strategi diversifikasi dan perlindungan nilai.
Selain itu, emas tetap menjadi instrumen lindung nilai yang efektif terhadap inflasi.
Kekhawatiran akan lonjakan inflasi, meskipun emas secara tradisional adalah lindung nilai, dapat mengurangi daya tariknya jika ekspektasi suku bunga tinggi terus berlanjut.
Prospek Harga Emas ke Depan
Proyeksi harga emas pada tahun 2026 masih menunjukkan volatilitas yang tinggi, seiring dengan berlanjutnya ketidakpastian global.
Beberapa lembaga keuangan global, seperti Bank of America, bahkan memperkirakan harga emas berpotensi mencapai rekor tertinggi baru atau all-time high (ATH) hingga US$ 6.000 per troy ons pada tahun 2026.
Analis lain memproyeksikan emas dunia bergerak di kisaran US$ 4.600–US$ 5.100 per troy ons hingga akhir semester I-2026.
Namun, beberapa ahli juga memprediksi potensi penurunan menuju rentang $4,246.71–$4,395.25 pada akhir tahun.
Secara keseluruhan, momentum pasar emas saat ini masih dinilai cukup positif.
Investasi emas pada tahun 2026 dianggap sebagai strategi bertahan paling logis di tengah perubahan tatanan ekonomi global.
Para investor disarankan untuk memantau tren pasar, rilis data ekonomi, serta sentimen investor untuk menentukan waktu terbaik dalam berinvestasi emas.
Strategi akumulasi bertahap masih relevan karena emas tetap menjadi instrumen lindung nilai jangka panjang.
Baca Juga:





