oleh

Harga Garam Rakyat di Sumenep Anjlok

PortalMadura.Com, Sumenep – Para petani garam asal Karang Anyar, Kecamatan Kalianget, Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengaku merugi akibat anjloknya harga garam rakyat.

Salah satu petani garam Samsuri mengatakan, harga garam rakyat untuk kualitas satu (Kw1) hanya berkisar Rp325 ribu hingga Rp350 ribu per ton, jauh dari harga yang telah ditetapkan pemerintah yakni Rp 750 per kilogram atau tidak sesuai dengan biaya operasional yang harus dikeluarkan para petani.

“Sekarang harga garam semakin anjlok, untuk harga garam (Kw 2) saja juga turun antara Rp250 ribu hingga Rp300 ribu per ton,” katanya, Rabu (16/9/2015).

Ia menerangkan, anjloknya harga garam tersebut sudah biasa terjadi setiap tahun, utamanya pada saat panen raya atau puncak kemarau karena melimpahnya hasil produksi garam rakyat.

Loading...

“Dengan harga tersebut, petani sangat rugi, apalagi harga di masing-masing kualitas itu belum dikurangi biaya pengarungan dan angkut,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Petani Garam Rakyat Sumenep (Perras), Hasan Basri menegaskan, selama musim kemarau harga garam rakyat memang murah dan tidak sesuai dengan surat edaran Menteri Perdagangan.

“Dalam ketentuannya, harga garam untuk KW1 seharga Rp750 ribu per ton dan Kw2 Rp550 ribu per ton, tapi di Sumenep justru jauh dari ketentuan tersebut,” ucapnya.

Ia meminta, pemerintah ikut andil mencarikan solusi dalam persoalan ini sehingga petani garam rakyat tidak selalu menjadi korban.

“Kami hanya bisa berharap agar pihak terkait mencarikan solusi agar harga garam rakyat di Sumenep benar-benar dibeli sesuai surat edaran Menteri Perdagangan,” harapnya. (arifin/choir)



whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar