PortalMadura.com

Harga Minyak Anjlok, Kebutuhan Konsumen Tetap Topang Bisnis Migas

  • Rabu, 27 April 2016 | 02:17
Harga Minyak Anjlok, Kebutuhan Konsumen Tetap Topang Bisnis Migas
Ist. SKK Migas
Loading...

PortalMadura.Com – Harga minyak bumi pekan ini sudah mencapai angka USD 40 per barrel. Dibandingkan beberapa pekan lalu mencapai harga dibawah USD 30 per barrel.
Meskipun harga masih rendah, tetapi Ali Masyhar, Kepala Perwakilan SKK Migas Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) tetap memastikan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) akan terus menggenjot produksi minyak mereka.

“Memang harganya masih tidak menggembirakan. Apalagi dibandingkan saat 2015 yang mencapai angka USD 110 per barrel. Sekarang harga minuman kemasan justru lebih mahal dari harga minyak mentah, padahal industri hulu Migas butuh dana yang sangat besar untuk bisa memproduksi minyak mentah,” ungkap Ali Masyhar, saat ditemui media di kantornya pada Selasa (26/4/2016).

Baca Juga:  Indonesia Ringkus Empat Terduga Teroris, Dua Tewas Dalam Kontak Senjata dengan Densus 88

Ditengah tekanan harga minyak mentah yang tak lagi ekonomis untuk bisnis hulu Migas, Ali Masyhar mengaku tetap optimis bisnis Migas masih belumlah menemui senjakala-nya. Sebab sebagian besar masyarakat Indonesia masih sangat tergantung pada Minyak dan Gas sebagai sumber energi mereka.

“Kendaraan bermotor masih menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM). Begitu juga listrik, dimana pembangkitnya masih banyak yang menggunakan Migas sebagai sumber utama untuk memproduksi listrik,” tegasnya.

Hal itu juga yang membuat wilayah Jabanusa menyumbang 25 persen dari total produksi nasional 825 ribu Barrel Oil Per Day (BOPD) yakni dengan total produksi 222 ribu BOPD. Dimana penghasil minyak terbesar saat ini Mobil Cepu Ltd yakni sebesar 165.388 BOPD dan yang kedua Pertamina EP Asset IV sebanyak 20 ribu BOPD per 31 Maret 2016.

Baca Juga:  27 PAC Desak Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya Mundur

“Saat ini ada 15 perusahaan KKKS yang sudah berproduksi minyak maupun gas. Dan akan terus ditingkatkan, karena konsumsi Migas masyarakat Indonesia lebih dari produksi nasional Migas saat ini,” tandasnya.(beritajatim.com/har)

Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional