PortalMadura.com – Pasar otomotif Indonesia menunjukkan dinamika menarik pada Mei 2026, di mana segmen Low Cost Green Car (LCGC) tetap menjadi pilihan utama bagi konsumen yang mencari kendaraan ekonomis meskipun di tengah gempuran tren kendaraan listrik (EV) dan produk Tiongkok.
Data terbaru per Februari 2026 mengindikasikan bahwa harga mobil LCGC di tanah air stabil dengan rentang mulai dari sekitar Rp140 jutaan.
Pada akhir tahun 2025, harga mobil LCGC dibanderol mulai dari Rp138 juta hingga Rp202 jutaan, menawarkan beragam opsi bagi pembeli mobil pertama.
Model-model populer seperti Daihatsu Ayla, Toyota Agya, Honda Brio Satya, serta model tujuh penumpang Daihatsu Sigra dan Toyota Calya, terus mendominasi segmen ini.
Daihatsu Ayla varian 1.0 M masih menjadi mobil LCGC termurah yang tersedia, dengan harga sekitar Rp140.200.000 pada Februari 2026.
Sementara itu, Honda Brio Satya E CVT seringkali berada di daftar varian LCGC dengan harga teratas.
Meskipun demikian, segmen LCGC menghadapi tantangan dengan penurunan permintaan yang signifikan.
Distribusi wholesales LCGC ke diler pada tahun 2025 turun 31 persen menjadi 122.686 unit, dibandingkan 176.766 unit pada tahun 2024.
Pergeseran tren konsumen ke arah kendaraan listrik serta munculnya produk-produk baru dari pabrikan Tiongkok dengan harga yang sangat kompetitif menjadi faktor utama penurunan ini.
Kenaikan harga LCGC yang terjadi di awal tahun, termasuk pada tahun 2025, umumnya dipengaruhi oleh penyesuaian Biaya Balik Nama (BBN) dan biaya produksi.
Para ahli menyarankan agar persentase kenaikan harga tidak melebihi angka inflasi demi menjaga daya beli masyarakat dan konsep kendaraan ramah lingkungan yang terjangkau.
Walaupun tren beralih ke EV, LCGC tetap menjadi pilihan pragmatis bagi konsumen dengan keterbatasan infrastruktur penunjang EV di wilayah mereka atau yang menginginkan kepraktisan penggunaan.
Produsen Jepang seperti Daihatsu, Toyota, dan Honda terus berinovasi untuk mempertahankan daya saing produk LCGC mereka di pasar Indonesia.

