portalmadura.com – Tren pelemahan komoditas logam mulia di pasar domestik tidak hanya melanda emas, melainkan juga merembet ke komoditas perak batangan. Nilai jual perak produksi PT Aneka Tangtang Tbk (Antam) mencatatkan penurunan harga yang cukup signifikan pada pembukaan perdagangan awal pekan ini.
Berdasarkan data resmi yang dirilis dari situs Logam Mulia pada Senin (18/5/2026) pagi, harga perak batangan Antam murni berukuran 250 gram kini dipatok sebesar Rp 4.637.500. Jika dihitung per gram, harga dasar perak Antam berada di kisaran Rp 18.550, mengalami koreksi ke bawah dari posisi perdagangan sebelumnya.
Langkah penurunan ini mengikuti dinamika pasar global yang sedang menekan hampir seluruh aset investasi kategori logam mulia dalam beberapa hari terakhir.
Daftar Harga Perak Antam Terbaru
Antam sendiri memproduksi perak batangan dengan tingkat kemurnian 99,95 persen dalam dua varian ukuran cetakan utama. Bagi masyarakat yang ingin melakukan transaksi fisik, berikut adalah rincian harga perak batangan Antam yang berlaku pada Senin, 18 Mei 2026:
- Perak Batangan Cetakan 250 Gram: Rp 4.637.500
- Perak Batangan Cetakan 500 Gram: Rp 8.875.000
Perlu diketahui oleh para pelaku investasi, harga yang tercantum di atas merupakan harga dasar resmi internal dari butik Logam Mulia Antam. Transaksi pembelian fisik secara langsung umumnya akan dikenakan tambahan pajak sesuai dengan ketentuan regulasi perpajakan yang berlaku.
Sentimen Penekan Pasar Logam Mulia
Anjloknya minat pasar terhadap komoditas perak murni ini dipicu oleh pergerakan nilai tukar mata uang dollar Amerika Serikat (AS) yang terus menguat di pasar internasional. Menguatnya indeks dollar tersebut terjadi setelah rilis data makroekonomi AS menunjukkan tingkat inflasi yang masih berada di atas target aman.
Situasi tersebut memperkuat indikasi bahwa bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan yang tinggi dalam periode yang lebih lama. Kebijakan moneter yang ketat ini secara otomatis mengurangi daya tarik komoditas seperti perak dan emas, karena sifatnya yang tidak menghasilkan imbal hasil bunga (non-yielding asset).
Meskipun demikian, sebagian pengamat finansial menilai instrumen investasi perak batangan Antam tetap menjadi alternatif pelindung nilai (safe haven) jangka panjang yang menarik bagi masyarakat yang ingin mendiversifikasi portofolio keuangan mereka di luar aset emas konvensional.





