PortalMadura.com– Harga perak murni produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencatat kenaikan signifikan di penghujung tahun. Berdasarkan pantauan dari laman resmi Logam Mulia, harga perak Antam melonjak Rp 1.600 pada Senin (29/12/2025), menjadi Rp 35.225 per gram.
Sebelumnya, pada Sabtu (27/12/2025), harga perak Antam berada di level Rp 33.625 per gram. Lonjakan ini terjadi setelah harga sempat menyentuh puncak tertinggi tahun ini di angka Rp 44.965 per gram pada Jumat (26/12/2025), meski kemudian mengalami koreksi dalam dua hari berikutnya.
Kenaikan harga perak Antam sejalan dengan pergerakan harga perak global. Menurut data dari Kitco pada hari yang sama, harga perak dunia menguat 0,29% dan menembus level US$ 81 per troy ons, tertinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Daftar Harga Perak Antam Terbaru
Berikut rincian harga perak Antam per Senin, 29 Desember 2025, termasuk dan belum termasuk PPN 11%:
- Perak murni 250 gram:
Harga dasar: Rp 12.391.250
Harga dengan PPN 11%: Rp 13.754.288 - Perak murni 500 gram:
Harga dasar: Rp 23.982.500
Harga dengan PPN 11%: Rp 26.620.575 - Perak Heritage 31,1 gram:
Harga dasar: Rp 2.039.513
Harga dengan PPN 11%: Rp 2.263.859 - Perak Heritage 186,6 gram:
Harga dasar: Rp 11.115.565
Harga dengan PPN 11%: Rp 12.338.277
Prediksi Harga Perak Menuju 2026
Jim Wyckoff, analis komoditas dari Kitco Metals, menyatakan bahwa momentum kenaikan perak kemungkinan berlanjut memasuki tahun baru. “Beberapa analis memperkirakan harga perak dapat mencapai atau bahkan melampaui kisaran US$ 75–US$ 100 per troy ons pada 2026,” ujarnya.
Pergerakan harga perak Antam menjadi indikator penting bagi investor ritel di Indonesia yang mulai melirik logam putih ini sebagai alternatif investasi selain emas. Lonjakan harga di akhir tahun ini memberikan sinyal positif sekaligus tantangan bagi calon pembeli yang ingin masuk pasar di level harga tinggi.
Dengan volatilitas yang terus meningkat menjelang pergantian tahun, para pelaku pasar disarankan untuk memantau perkembangan harga perak Antam secara berkala melalui sumber resmi Logam Mulia dan mengikuti analisis terkini dari lembaga komoditas global.




