Harga Sawit Turun Tipis Hari Ini: Apa Pemicu Koreksi Pasar Global dan Domestik?

Avatar of PortalMadura.com
Harga Sawit Turun Tipis Hari Ini: Apa Pemicu Koreksi Pasar Global dan Domestik?
Harga Sawit Turun Tipis Hari Ini: Apa Pemicu Koreksi Pasar Global dan Domestik?

PortalMadura.com – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dan minyak sawit mentah (CPO) global mengalami koreksi tipis pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026.

Pelemahan ini dirasakan di bursa internasional, seperti Bursa Malaysia Derivatives, serta berdampak pada harga di beberapa daerah produsen utama di Indonesia.

Penurunan harga dipicu oleh kombinasi faktor global dan domestik, termasuk melemahnya harga CPO internasional dan perlambatan permintaan ekspor.

Selain itu, penumpukan stok dalam negeri dan sikap ‘wait and see’ pelaku pasar terhadap kebijakan ekspor baru Indonesia juga turut memengaruhi pergerakan harga.

Kontrak berjangka CPO Juni 2026 di Bursa Malaysia Derivatives tercatat turun sekitar 25 Ringgit Malaysia menjadi RM4.515 per ton pada 21 Mei 2026.

Harga CPO juga sempat melemah 0,56% menjadi MYR 4556 per ton pada hari yang sama, memperpanjang tren negatif dari hari sebelumnya.

Salah satu alasan utama pelemahan harga CPO global adalah melambatnya permintaan ekspor, termasuk impor India yang turun 26% pada April dibandingkan Maret.

Data ekspor Malaysia yang lemah juga memberikan tekanan pada harga minyak sawit global.

Koreksi harga juga terjadi karena harga minyak nabati lain di bursa Dalian dan Chicago menunjukkan pelemahan.

Harga minyak mentah dunia yang lebih rendah membuat minyak sawit kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel, sehingga menahan kenaikan harga lebih lanjut.

Di Indonesia, kebijakan baru pemerintah mengenai ekspor komoditas melalui satu pintu via BUMN, yakni PT Danantara Sumber Daya Indonesia, menimbulkan ketidakpastian di pasar.

Rencana Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan memperbaiki tata kelola sektor sumber daya alam dan mencegah manipulasi.

Namun, pasar khawatir kebijakan tersebut dapat mengubah mekanisme ekspor global dan memperketat pasokan dari Indonesia sebagai pemasok terbesar dunia.

Di tingkat lokal, harga TBS di Sumatera Selatan untuk periode II Mei 2026 turun menjadi Rp3.864,31 per kilogram akibat koreksi harga CPO domestik.

Sementara itu, harga TBS mitra plasma di Riau periode 20-26 Mei 2026 turun sekitar Rp33,56 per kilogram, meskipun harga petani swadaya di sana sedikit meningkat.

Provinsi Jambi mencatat harga TBS yang relatif stabil dan kuat, dengan harga tertinggi mencapai Rp3.903,88 per kilogram untuk periode 15-21 Mei 2026.

Berbeda di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, petani mengeluhkan penurunan harga TBS sebesar Rp700 per kilogram secara sepihak oleh PT Parna Agro Mas (PAM) menjadi Rp2.610 per kilogram.

Ketua Komisi II DPRD Sekadau, Yodi Setiawan, menyoroti kebijakan tersebut dan mempertanyakan dasar penurunannya karena harga CPO di pasaran tidak anjlok signifikan.

Secara historis, faktor seperti permintaan global, produksi dan persediaan, kebijakan pemerintah, serta kondisi cuaca seperti El Nino turut memengaruhi fluktuasi harga sawit.

Variabel makroekonomi seperti inflasi, nilai tukar rupiah, tingkat suku bunga, dan volume ekspor juga memiliki pengaruh signifikan terhadap harga CPO dalam jangka panjang.

Pelaku pasar terus memantau perkembangan ekspor CPO Indonesia dan sentimen harga minyak nabati global untuk menentukan arah pergerakan harga selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses