oleh

Hasil Tabayyun Ormas, Ini Cerita Sebenarnya Video ‘Biduan’ Goyang Seronok di Haflatul Imtihan

PortalMadura.Com, Sampang – Sejumalah organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan serta aktivis mahasiswa Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur melakukan tabayyun (klarifikasi) atas merebaknya video ‘biduan’ yang ‘berjoget seronok’ hingga viral di media sosial (medsos) di salah satu madrasah (sekolah keagamaan) setempat.

Salah satunya oleh PAC GP Ansor Kecamatan Kedungdung, PC Lakpesdam NU, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Sampang Cyber Inklusi, pada Minggu (29/4/2018) ke lembaga ‘Darojul Ulum’ Batu Langkap, Desa Batuporo Barat, Kecamatan Kedungdung, Sampang.

Hasilnya disebutkan, bahwa penampilan joget yang kurang Islami ternyata bukan inisiatif dari pihak madrasah (sekolah) maupun panitia haflatul imtihan. Sebab, sebelumnya hanya ditampilkan hiburan biasa bernuansa kreatifitas murid.

Senin (30/4/2018), diceritakan Sekretaris PC NU Sampang, Ust. Mahrus Zamron, awalnya adalah acara hiburan berjalan seperti biasa dan diisi dengan penampilan hiburan musik qosidah (Islami) sesuai dengan konsep yang sudah dipersiapkan oleh panitia, baik kostum, lagu, dan media pemutar musiknya.

“Penampilan (‘biduan‘, red)  itu, di luar sepengetahuan pihak yayasan, pengasuh maupun dewan guru. Dan jelas tidak ada dalam list acara,” tegasnya, pada PortalMadura.Com.

Penampilan yang sempat mengundang kecaman dari warganet dan viral di medsos tersebut tidak diketahui oleh panitia, guru, maupun siswa. Sebab latihan, persiapan dan juga ganti kostumnya tidak dilakukan di lembaga, melainkan di rumahnya sendiri.

Baca Juga : NU Sampang Angkat Bicara Soal Video Haflatul Imtihan Diisi ‘Biduan’ Goyang Seronok

“Pada saat jedah penampilan ketiga, tiba-tiba oknum penari keluar dari belakang dan langsung naik panggung. Di tempat lain atau tempat sound, ada orang yang sudah siap menyalakan musik melalui handphone dan dicolokkan ke perangkat soundsyistem,” urainya.

Menurutnya, penari sempat disuruh turun dari panggung oleh murid lainnya. Namun, ‘biduan‘ tidak menghiraukan.

Pengawasan Lemah

Panglima tertinggi GP Ansor Sampang, Khairon Zaini menilai vulgarnya penampilan pada saat haflatul imtihan akibat kurang maksimalnya pengawasan dari panitia, sehingga acara terkesan gemuruh.

“Itu karena kecerobohan dan kelalaian panitia yang mana penampilan tidak ada dalam konsep acara. Akan tetapi, tiba-tiba langsung masuk naik panggung,” katanya.

Pihaknya cukup prihatin atas penampilan yang tidak sopan tersebut hingga membuat sejumlah tokoh merasa kesal apalagi dalam acara haflatul imtihan.

“Saya mengajak masyarakat umum bersama-sama memberikan teladan atau perilaku sopan kepada sesama. Baik di dalam lembaga maupun di sekitar kita,” tandasnya.(Rafi/Putri)