PortalMadura.com

Hati-hati Guys! Ini 3 Bahaya Mandi Air Panas yang Jarang Diketahui

  • Jumat, 13 Oktober 2017 | 09:00
Hati-hati Guys! Ini 3 Bahaya Mandi Air Panas yang Jarang Diketahui
ilustrasi

PortalMadura.Com – Mandi merupakan aktivitas sehari-hari yang tidak boleh terlewatkan. Selain menyegarkan, kegiatan ini juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan seseorang. Sayangnya, ada sebagian orang yang tidak mau mandi jika tidak menggunakan air hangat.

Namun tahukah Anda, ternyata keseringan mandi air hangat berdampak buruk bagi tubuh, terutama di pagi hari. Untuk itu, ketika mandi di pagi hari Anda disarankan mandi dengan air dingin.

Berikut tiga bahaya mandi air panas:

Kulit Kering dan Pecah-pecah
Walaupun membuat Anda nyaman dan menenangkan, kulit dapat menjadi kering jika Anda mandi di air panas terlalu lama. Hal ini baru akan terlihat beberapa waktu setelah Anda selesai mandi. Mengapa begitu?. Air panas bisa mengganggu fungsi dari kelenjar minyak di kulit.

Seperti yang Anda ketahui, kelenjar minyak pada kulit berfungsi untuk melembapkan kulit. Fungsi kelenjar minyak yang terganggu inilah yang menyebabkan kulit menjadi kering dan terlihat pecah-pecah.

Kulit Terbakar dan Iritasi
Pada dasarnya Anda akan mengetahui pada suhu berapa air panas yang dapat ditoleransi. Ketika terkena air panas, reseptor pada kulit akan segera mengirim sinyal ke otak untuk segera melakukan gerakan refleks menghindari air panas tersebut.

Hal ini menyebabkan hampir tidak mungkin kulit terbakar ketika Anda sedang mandi air panas. Namun, ini bisa saja terjadi pada beberapa kelompok.

Pertama, kulit terbakar pada bayi. Kulit bayi sangat berbeda dari kulit orang dewasa sehingga akan sangat rentan terhadap banyak hal, baik itu sentuhan yang terlalu keras, zat kimia maupun temperatur yang terlalu ekstrem.
Selain karena kulitnya yang rentan dan sensitif, bayi tidak bisa memberikan respons jika suhu yang diterimanya terlalu panas. Hal ini tentu membuat orang tua tidak mengetahui bahwa bayi sedang merasa tidak nyaman dengan air yang sepanas itu.

Kedua, kulit terbakar pada orang dengan diabetes. Orang dengan diabetes yang mengalami kerusakan pada saraf atau biasa disebut diabetic neuropathy dapat memiliki kemampuan dan kepekaan dalam merasakan panas yang menurun dibanding orang normal.

Jika orang normal akan sadar dan kepanasan di suhu tertentu, bisa saja orang dengan diabetes tidak merasakan hal itu. Namun setelah selesai mandi, kulitnya sudah memerah seperti terbakar.

Tekanan Darah Turun Tiba-tiba
Seperti yang telah Anda ketahui sebelumnya, pembuluh darah bisa melebar karena suhu yang panas. Hal ini menyebabkan aliran darah yang semakin deras. Namun, pada suhu berlebih serta durasi yang terlalu lama, pembuluh darah di seluruh tubuh akan mengalami pelebaran yang semakin parah.

Hal ini akan menyebabkan penurunan tekanan darah. Untuk mengatasi hal itu, jantung akan memompa lebih cepat dan lebih keras lagi. Bagi Anda yang sedang mengalami tekanan darah rendah, hati-hati karena bisa jadi Anda akan mengalami pusing hingga hilangnya kesadaran.

Jika pelebaran pembuluh darah terjadi di kepala, Anda bisa saja sangat pusing, kehilangan keseimbangan, bahkan kehilangan kesadaran (pingsan). Jatuh di kamar mandi tentu merupakan hal yang ditakuti karena berisiko membentur lantai, tembok, bak mandi, dan toilet. (suara.com/Salimah)

Hari Jadi Sumenep
Hari Jadi Sumenep
Hari Jadi Sumenep
Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional