oleh

Hati-hati, Ini 10 Perilaku Ortu yang Bikin Anak Suka Melawan

PortalMadura.Com – Sikap anak yang suka melawan tentu membuat orang tua merasa kesal dan khawatir. Kesal karena anak tidak bisa diajak kompromi dan khawatir takut perilaku anak tersebut menjadi kebiasaan sampai dewasa.

Saat anak seringkali melawan pasti akan bikin Anda bertanya-tanya tentang apa yang menyebabkannya berprilaku seperti itu. Nah, sebenarnya yang membuat anak bersikap demikian bisa jadi akibat kesalahan Anda sebagai orang tua lho. Kenapa bisa?.

Sebagaimana Psikolog Adele Faber dan Elaine Mazlish menuliskan dalam buku berjudul ‘How To Talk so Kids Will Listen and Listen so Kids Will Talk‘ bahwa selama ini orang tua hanya berkonsentrasi bagaimana bisa membantu anak menghadapi perasaan negatifnya. Tapi mulai kini, orang tua harus berubah dengan fokus membantu menghadapi perasaan negatif dirinya sendiri.

“Salah satu yang membuat orang tua frustasi adalah perjuangan untuk membuat anak-anak berperilaku yang dapat kita dan masyarakat terima, inilah yang bisa menjengkelkan,” kata Adele dilansir Washington Post.

Kata Adele, orang tua menginginkan anak-anaknya bisa menyesuaikan diri dengan norma kemasyarakaran. Misalnya saja, Bunda ingin anak hidup bersih, tertib, dan penuh sopan santun. Padahal, anak tidak peduli dan semakin Anda keras meminta, anak-anak malah melawan, Bun.

Kalau mendengarkan permintaan orang tua, menurut Adele, mungkin saja anak akan berpikir, “Saya akan melakukan apa yang saya inginkan”. Sedangkan orang tua berpikir anaklah yang harus melakukan apa yang Anda katakan. Inilah yang akhirnya menyebabkan pertengkaran, orang tua mengeras dan anak melawan.

Selama ini, tulis Adele, orang tua sering menggunakan beberapa metode agar anak mau mengikutinya. Namun, cara tersebut malah menyakiti anak-anak. Adele pun mengajak para orang tua berpura-pura sebagai anak, dan menelaah perasaannya setelah mendengar beberapa kalimat. Dengan kata lain, ada perilaku orang tua yang tanpa disadari bikin anak melawan, yaitu:

Menyalahkan dan Menuduh
Contohnya ketika orang tua mengatakan, “Kenapa kakak selalu melakukannya?”, “Bisakah kamu melakukan segala sesuatu dengan benar”, “Masalahnya kakak nggak pernah mendengarkan”.

Mengejek
Perkataan seperti ini mungkin tanpa disadari pernah Bunda katakan ke anak. Misalnya saja, “Nak, yang kamu lakukan itu bodoh sekali”, “Biar sini Bunda yang memperbaiki. Kamu kan bukan mekanik”, atau “Coba lihat caramu makan. Itu kan menjijikkan”.

Mengancam
Saat semua cara tidak berfungsi, orang tua biasanya meminta anak dengan ancaman. Padahal, ini akan membuat anak merasa dipaksa.