PortalMadura.com

Hati-hati, Kenali Kandungan Obat PCC dan Bahayanya

  • Kamis, 21 September 2017 | 19:00
Hati-hati, Kenali Kandungan Obat PCC dan Bahayanya
Ilustrasi

PortalMadura.Com – Baru-baru ini masyarakat sempat dihebohkan dengan peristiwa yang menimpa Kota Kendari, di mana ada seorang anak yang meminum obat PCC (Paracetamol, Caffeine, and Carisoprodol) dan mengakibatkan hal yang tidak terduga sehingga membuat sebagian orang merasa khawatir.

Pasalnya, obat ilegal itu bisa membuat seseorang mengalami kejang, mengamuk, hingga bertingkah seperti layaknya zombi. Nah, bagi Anda yang belum mengetahuinya, pasti Anda akan bertanya-tanya mengenai apa sebenarnya isi kandungan obat PCC dan apa bahayanya jika paracetamol dikonsumsi bersamaan dengan Caffeine dan carisoprodol?.

Perlu Anda ketahui, PCC merupakan obat yang terdiri dari tiga komponen, yaitu paracetamol, caffeine, dan carisoprodol yang masing-masing memiliki efek berbeda. Untuk lebih jelasnya, simak uraian di bawah ini:

Paracetamol
Paracetamol merupakan obat yang berkhasiat analgetik dan antipiretik. Obat ini dijual bebas di apotek dan biasanya digunakan untuk mengatasi demam, sakit kepala, sakit gigi, dan segala nyeri lainnya.

“Analgetik merupakan obat penghilang rasa sakit, sementara antipiretik merupakan obat penurun suhu badan. Jadi paracetamol bisa digunakan untuk menghilangkan nyeri dan menurunkan suhu badan pada anak maupun orang dewasa,” ucap Arief Achmad Fauzi, S.Farm.

Mengenai efek samping penggunaan paracetamol, Arief menyebutkan ruam, hipotensi, atau tekanan darah rendah serta alergi dan kesulitan bernapas, namun hal itu jarang terjadi. Dalam jangka panjang, penggunaan paracetamol dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal.

Baca Juga:  Selain Enak, 8 Jenis Makanan Sehat Ini Mampu Cegah Penyakit Diabetes

Caffeine
Caffein merupakan senyawa kimia berupa alkaloid xantin yang dihasilkan oleh tanaman. Salah satu tanaman yang mengandung banyak kafein adalah biji kopi.

Dalam dunia kesehatan, kafein atau caffeine berguna untuk meningkatkan fungsi otak dan bekerja dengan memberikan rangsangan pada sistem saraf pusat.

“Kafein bisa meningkatkan daya pikir, makanya banyak yang senang minum kopi agar bisa fokus bekerja. Selain itu, caffeine juga membantu menghilangkan nyeri otot dan pemulihan cedera,” ucapnya.

Harijadi Bangkalan
Ads by portalmadura

Mengenai efek samping, konsumsi caffeine dapat meningkatkan produksi urine berkat khasiat diuretiknya dan juga mampu menaikkan tekanan darah. Untuk itu, seseorang yang terkena hipertensi disarankan untuk menghindari kopi dan makanan yang mengandung caffeine lainnya seperti teh, cokelat, dan minuman berenergi.

Carisoprodol
Carisoprodol merupakan obat yang berfungi merelaksasi otot. Obat ini biasanya harus dibeli dengan resep dokter, tapi sejak 2013 obat ini ditarik izin edarnya karena diduga lebih banyak efek sampingnya dibanding kegunaannya.

“Carisoprodol bekerja dengan mengurangi rasa sakit pada saraf dan otak. Namun, efeknya ini yang bahaya karena bisa menyebabkan halusinasi dan kejang,” paparnya.

Obat ini mampu memengaruhi pikiran dan akhirnya memengaruhi tindakan. Seperti yang terjadi di Kendari, Sulawesi Tenggara, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Ingin Bertambah Cantik? Gunakan Air Beras Untuk Mandi

Selain itu, obat ini bersifat adiktif sehingga bisa menyebabkan kecanduan. Kecanduan obat ini bisa menyebabkan overdosis dan kematian.

Bagaimana jika paracetamol, caffeine, dan carisoprodol diminum bersamaan?

Setiap obat yang diminum bersamaan atau dikombinasikan akan saling memperkuat efek melawan penyakit. Namun apabila obat bekerja saling bertentangan maka efeknya akan berlawanan.

Obat PCC merupakan kombinasi penghilang rasa sakit. Jadi, saat meminum paracetamol, caffein dan carisoprodol, nyeri yang hebat akan teratasi. “Namun, karena efek carisoprodol yang bisa mempengaruhi saraf dan otak ini, efeknya jadi tak karuan, apalagi kalau sekali minum tiga sampai lima tablet,” jelasnya.

“Dengan mempengaruhi saraf, akibatnya perilaku juga akan terpengaruh, Salah satu contohnya anak-anak yang mengamuk di Kendari. Penyebabnya adalah reaksi dari saraf pusat yang menyebabkan halusinasi dan menurunkan hingga menghilangkan kesadaran. Saking besar pengaruhnya ke saraf, orang yang meminum obat ini mudah merasa panik, mengalami perubahan emosi dan kehilangan kontrol, seperti anak yang berani loncat ke laut dan bertingkah seperti zombi,” lanjutnya.

Dia mengimbau untuk meminimalisasi penggunaan obat jika tidak dibutuhkan. “Minum obat kalau perlu saja, kalau enggak perlu apalagi obat itu ilegal buat apa, nantinya akan menyesal sendiri,” tutupnya. (liputan6.com/Putri)

Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional