oleh

HCML Gelar Stakeholder Gathering Bersama Pemkab Sampang

PortalMadura.Com, Sampang – Husky CNOOC Madura Limited (HCML) mengadakan kegiatan “Stakeholder Gathering” dengan pemerintah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, di Trawas Mojokerto. Kegiatan ini berlangsung sejak Jumat sampai Sabtu (11-12/5/2018).

PJ Bupati Sampang, Jonathan Judianto, dalam sambutannya mengapresiasi acara tersebut, sebab selain menjadi wadah untuk menjalin komunikasi dan silaturahmi, acara tersebut memberi update tentang perkembangan kegiatan industri hulu migas di lapangan BD yang ada di perairan Sampang.

“Salah satu tugas pemkab adalah memfasilitasi dan memediasi kepentingan stakeholder dengan pelaku industri hulu migas,” ujar Jonathan.

Sementara, Head of Relations HCML, Hamim Tohari mengatakan, kegiatan “Stakeholder Gathering” merupakan program peningkatan hubungan kelembagaan guna menjaga ketahanan energi nasional.

“Forum ini sangat strategis untuk membangun saling pengertian. Selain melakukan “Stakeholder Gathering”, kami juga membangun komunikasi dengan teman-teman jurnalis lewat kegiatan media gathering. Kegiatan semacam ini juga dilakukan HCML di wilayah kerja yang lain. Kita harus bersinergi untuk meningkatkan ketahanan energi nasional,” tegas Hamim.

Sejak September 2017, HCML resmi mengoperasikan lapangan BD. Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, menandai peresmian dengan memecah kendi di Floating Production Storage and Offloading (FPSO) Karapan Armada Sterling III, yang berada di lepas Pantai Kabupaten Sampang, Madura.

Lapangan BD ini ditargetkan bisa memproduksi gas 100 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dan 7 ribu barel kondensat per hari. Penyaluran gas ke PT PGN (Persero) dimulai pada tanggal 26 Juli 2017.

Gas tersebut oleh PGN dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan industri di Jawa Timur.

Meski sudah resmi berproduksi sejak September 2017, namun belum semua gas HCML telah terserap pasar dengan maksimal. Menurut informasi sisa gas HCML yang belum terserap pasar sekitar 30 MMSCFD.

“Mohon doa agar sisa produksi HCML bisa segera terserap pasar. Mohon doa juga agar kegiatan HCML di masa mendatang bisa berjalan lancar,” katanya.

Ditambahkan, HCML merupakan Kontraktor KKS Wilayah Kerja (WK) Madura Strait yang dalam operasinya berada dalam pengawasan dan pengendalian SKK Migas.

Lapangan BD, yang merupakan bagian dari WK Madura Strait, terletak di lepas pantai Selat Madura, Jawa Timur, 65 kilometer sebelah timur Surabaya dan 20 kilometer sebelah selatan Pulau Madura.

Gas dari sumur ditransportasi melalui pipa bawah laut menuju FPSO (Floating Production Storage and Offloading). Gas dikirim dari FPSO melalui pipa 16 inchi sepanjang + 52 km ke GMS (Gas Metering Station) milik HCML yang selanjutnya dikirimkan kepada para pembeli gas.

Dalam pengembangan Lapangan BD, HCML menggunakan anjungan lepas pantai (offshore platform) produksi PT PAL yang berpusat di Surabaya. Ini merupakan wujud komitmen HCML dalam mendukung usaha SKK Migas untuk terus meningkatkan persentase TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) dan mendukung perkuatan industri nasional dalam kegiatan operasinya. (Isrok/Putri)

Loading...