oleh

Heboh, Fenomena Air Laut Suramadu Bagai Terpisah

PortalMadura.Com, Bangkalan – Jagat maya heboh dengan unggahan sejumlah netter di laman media sosial, seperti facebook, Selasa (19/3/2019).

Air laut di Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) terlihat seperti terpisah (terbelah). Mirip seperti air dengan minyak yang tak akan pernah menyatu.

Fenomena air laut tersebut diabadikan oleh para pengendara motor yang kebetulan melintas di jembatan Suramadu.

Pada laman facebook Mohammad Fahrizal banyak yang bertanya kenapa bisa terjadi?. Sebenarnya, fenomena alam serupa sering terjadi diberbagai belahan dunia.

Para ilmuan sudah mengupas tuntas fenomena serupa. Bahkan, dalam Alquran juga telah disebutkan, seperti dalam Surat Ar-Rahman ayat 19 dan 20 yang berbunyi:

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (Q.S. Ar-Rahman:19-20).

Penjelasan ilmiahnya, bahwa sifat lautan ketika bertemu, menurut modern science, tidak bisa bercampur satu sama lain. Hal ini telah dijelaskan oleh para ahli kelautan.

Loading...

Hal itu karena adanya perbedaan masa jenis, tegangan permukaan mencegah kedua air dari lautan tidak bercampur satu sama lain, seolah terdapat dinding tipis yang memisahkannya.

Fenomena bertemunya dua air laut namun tidak saling bercampur ini juga disebabkan karena gaya fisika yang disebut ‘tegangan permukaan’. Para ahli kelautan menemukan bahwa air dari laut yang bersebelahan memiliki perbedaan massa jenis.

Perbedaan massa jenis ini, tegangan permukaan mencegah dua lautan untuk saling bercampur, seolah-olah terdapat dinding tipis yang memisahkan keduanya.

Pembatas yang ada di antara pertemuan dua jenis air itu dijelaskan sekitar 14 abad lalu di dalam salah satu ayat Alquran.

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”(Q.S. Al-Furqaan:53). (berbagai sumber).


Penulis : Hartono
Editor : Hartono

Komentar