oleh

Home Industri Gula Semut, Unija Sumenep Salurkan Bantuan dan Lakukan Pendampingan pada Warga Candi

PortalMadura.Com, Sumenep – Dua kelompok masyarakat yang memproduksi gula semut di Desa Candi, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendapat pelatihan dan pendampingan dari dosen Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep.

Dua kelompok usaha rumahan (home industri) yang menjadi sasaran yakni KWT Al Cholifah dan Poktan Putra Tunggal Candi. Dua kelompok ini, juga mendapatkan bantuan alat mesin kristalisator, mesin oven dan mesin penepung.

Unija Sumenep salurkan bantuan alat mesin pada kelompok warga yang memproduksi gula semut di Desa Candi, Dongkek. (Foto. Istimewa)

“Diharapkan terjadi peningkatan skala usaha dari produksi gula semut itu, sehingga nantinya akan terjadi peningkatan omset yang berujung pada peningkatan pendapatan masyarakat,” kata Ika Fatmawati P, S.TP, MP, Ketua tim pengabdian masyarakat dosen Unija Sumenep, Minggu (8/7/2018).

Dikatakan, dua kelompok masyarakat yang memproduksi gula semut tersebut, selama ini belum mengoptimalkan pengelolaan manajemen usaha yang baik dan skala usahanya masih kecil.

Bahkan, pengetahuan SDM-nya dalam melihat peluang usaha (bisnis) masih rendah, serta belum memiliki kemampuan dalam pengetahuan dan penguasaan keterampilan teknologi untuk menghasilkan produk berkualitas.

“Kemampuan menganalisa kebutuhan konsumen juga terbatas. Selain itu, belum memanfaatkan secara optimal media online sebagai alat perluasan jaringan pasar pada produksi gula semut,” ujarnya.

Menurutnya, berawal dari permasalahan yang ditemukan di lapangan tersebut, maka tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat yang merupakan pelaksanaan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah meningkatkan kualitas SDM pada seluruh anggota mitra.

“Tak kalah pentingnya, peningkatan kualitas manajemen usaha dan pengembangan skala usaha gula semut serta peningkatan pemanfaatan sekaligus penerapan teknologi terbaru anggota mitra usaha menjadi kewajiban kami. Otomatis, kami juga melakukan pendampingan pada mereka,” tandasnya.

“Jadi, kami menggunakan dua metode pendekatan, yaitu pendekatan pelatihan dan penerapan teknologi serta pendampingan,” sambung dosen Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep ini.

Selama melakukan pelatihan dan pendampingan terhadap dua kelompok masyarakat yang memproduksi gula semut tersebut, pihaknya bersama-sama dengan dosen lain, yakni Yayuk Sugiarti, SH, MH dan Dra Irma Irawati, M.Si sebagai anggota tim. (Hartono)