PortalMadura.com–Di tengah derasnya inovasi teknologi, permintaan konsumen terhadap smartphone terjangkau tetap tinggi. Khususnya di segmen harga di bawah Rp1 juta, pengguna kini mencari perangkat yang tidak hanya murah, tetapi juga mampu menjalankan kebutuhan dasar seperti komunikasi, media sosial, dan aplikasi sehari-hari secara lancar hingga tahun 2026.
Menurut analisis dari platform teknologi Mureks, chipset modern seperti UNISOC telah menjadi pendorong utama performa stabil pada perangkat entry-level. Dengan optimasi perangkat lunak dan efisiensi daya, smartphone di kisaran harga ini kini menawarkan nilai lebih tanpa harus menguras kantong.
Untuk memastikan pengalaman pengguna yang optimal, Mureks menetapkan tiga kriteria utama bagi HP di bawah Rp1 juta yang layak dipertimbangkan pada 2026: RAM minimal 3 GB dengan penyimpanan internal 64 GB, baterai berkapasitas setidaknya 5.000 mAh, serta dukungan chipset yang mampu menjalankan aplikasi dasar tanpa lag.
Dari puluhan model yang tersedia di pasaran, dua perangkat menonjol karena kombinasi harga, spesifikasi, dan fitur unggulan: Tecno Spark Go 2 dan Nubia A36.
Tecno Spark Go 2 hadir dengan banderol mulai Rp909 ribu untuk varian 3/64 GB. Smartphone ini menawarkan desain ringkas yang nyaman digenggam satu tangan, layar IPS LCD yang responsif, serta sertifikasi IP64—fitur langka di kelasnya—yang membuatnya tahan terhadap percikan air dan debu. Ditenagai chipset UNISOC Tiger T7250, perangkat ini mampu menjalankan aplikasi harian dan game ringan dengan lancar. Sektor kamera dilengkapi sensor utama 13 MP dan kamera depan 8 MP, didukung baterai 5.000 mAh untuk penggunaan seharian.
Sementara itu, Nubia A36 menawarkan performa Octa-core yang solid dan kapasitas RAM yang cukup untuk multitasking ringan. Meski detail lengkap belum sepenuhnya diungkap, perangkat ini menarik perhatian berkat fokus pada daya tahan baterai dan responsivitas sistem, menjadikannya alternatif kompetitif di segmen harga yang sama.
Kedua pilihan ini membuktikan bahwa anggaran terbatas bukan lagi penghalang untuk mendapatkan perangkat fungsional yang tetap relevan di tahun 2026. Bagi konsumen yang cerdas, memilih smartphone bukan lagi soal harga semata, melainkan nilai guna dalam jangka panjang.




