PortalMadura.com

Hujan Turun, Masa Produksi Garam di Madura Hanya 4 Bulan

  • Kamis, 16 November 2017 | 16:04
Hujan Turun, Masa Produksi Garam di Madura Hanya 4 Bulan
dok. Lahan Garam

PortalMadura.Com, Pamekasan – Masa produksi garam tahun 2017 di wilayah Madura, Jawa Timur, terbilang singkat. Yaitu hanya empat bulan, terhitung sejak akhir bulan Juli hingga awal November.

Sekjen Asosiasi Petani Garam Republik Indonesia (APGRI) Faishal Baidlowi mengatakan, produksi garam sudah berakhir setelah dalam beberapa hari wilayah Madura diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi. Tetapi garam yang dihasilkan dalam kurun empat bulan itu mampu memenuhi kebutuhan nasional.

“Dalam sepekan terakhir, curah hujan cukup tinggi di wilayah Madura dan Jawa. Sehingga rata-rata sentra garam sekaligus produksi garam sudah mulai berhenti,” ungkapnya, Kamis (16/11/2017).

Faishal menambahkan, idealnya masa produksi garam itu antara lima hingga enam bulan, tetapi faktanya tahun ini lebih singkat. Bahkan, dalam waktu yang cukup singkat itu, petani garam masih sempat dibuat bingung lantaran pada awal bulan Oktober lalu sempat turun hujan.

“Memang sejak awal Oktober lalu, produksi garam sempat tertunda kira-kira sepekan hingga 10 hari. Karena hujan mulai turun sejak awal Oktober, apalagi untuk meningkatkan air tua kita perlu waktu,” jelasnya.

Tahun 2017, estimasi hasil produksi garam mencapai 1,3 hingga 1,6 ton. Jika dibandingkan produksi 2014 dengan cuaca normal, jumlah tersebut jauh lebih kecil. Tapi produksi garam nasional mencapai 2,19 juta ton. (Marzukiy/Putri)

Hari Jadi Sumenep
Hari Jadi Sumenep
Hari Jadi Sumenep
Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional