PORTALMADURA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami tekanan berat pada perdagangan sesi pertama, Kamis (15/10/2026). IHSG tercatat ambrol cukup tajam dan terperosok ke bawah level psikologis 5.900.
Berdasarkan data pasar per pukul 12.00 WIB, IHSG ditutup melemah signifikan sebesar 132,96 poin atau 2,24% ke level 5.810,05. Sepanjang sesi perdagangan pagi hari ini, pergerakan indeks bergerak di zona merah dengan level tertinggi di 5.917,69 dan titik terendah menyentuh kisaran 5.804,21.
Pelemahan tajam ini melanjutkan tren negatif yang terjadi sejak pembukaan pasar pagi tadi, di mana indeks sempat dibuka turun di level 5.917 sebelum akhirnya terus merosot menjauhi level 6.000. Koreksi yang melanda bursa domestik ini dipicu oleh sentimen global serta tekanan jual yang meluas di berbagai sektor saham.
Saham-saham di Zona Merah di Tengah Tekanan Pasar
Tekanan masif yang melanda bursa saham nasional membuat hampir seluruh sektor mengalami koreksi. Para investor tampak melakukan aksi ambil untung sekaligus merespons negatif dinamika pasar keuangan global yang sedang bergejolak.
Kendati demikian, di tengah tren pelemahan mayoritas emiten, sejumlah saham lapis kedua dan ketiga terpantau masih mampu melawan arus dengan mencatatkan lonjakan harga yang cukup signifikan, bahkan beberapa di antaranya menyentuh batas auto reject atas (ARA).
Prospek Pergerakan Sesi Kedua
Melihat kondisi bursa yang tertekan hingga sesi istirahat siang, para pelaku pasar diimbau untuk tetap mencermati perkembangan sentimen global maupun domestik pada perdagangan sesi kedua nanti.
Fluktuasi nilai tukar rupiah serta pergerakan bursa regional Asia turut menjadifaktor penentu arah pemulihan IHSG hingga penutupan perdagangan sore nanti, lapor portalmadura.com.





