oleh

Indonesia Fokus Genjot Ekspor Produk Furnitur

PortalMadura.Com, Jakarta – Kementerian Perindustrian mengatakan akan fokus mendorong ekspor produk-produk furnitur karena memiliki daya saing dan keunikan di pasar global.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan industri furnitur memiliki keunggulan berupa ketersediaan bahan baku, sumber daya manusia, serta desain yang menarik.

“Industri furnitur merupakan salah satu sektor strategis dalam menopang perekonomian Nasional,” ungkap Menteri Airlangga dalam keterangan resminya, Senin.

Pemerintah berupaya mengoptimalkan potensi industri furnitur Nasional melalui beberapa kebijakan, antara lain melalui program bimbingan teknis produksi, promosi dan pengembangan akses pasar, serta penyiapan SDM industri furnitur yang kompeten.

“Kami berupaya untuk menciptakan tenaga kerja terampil dan inovatif yang mampu meningkatkan daya saing industri furnitur di dalam Negeri,” jelas Menteri Airlangga. dilaporkan Anadolu Agency, Senin (11/3/2019).

Dia menambahkan sektor ini berperan penting dalam mendukung kebijakan hilirisasi industri karena berbasis sumber daya alam lokal, yang terus dipacu nilai tambahnya.

Kementerian Perindustrian mencatat kinerja ekspor dari industri furnitur Indonesia dalam tiga Tahun terakhir memperlihatkan tren yang positif. Pada Tahun 2016, nilai ekspornya sebesar USD1,60 miliar. Angka ini kemudian meningkat menjadi USD1,63 miliar pada 2017.

Kemudian sepanjang 2018 nilai ekspor produk furnitur Nasional kembali mengalami kenaikan hingga 4 persen menjadi USD1,69 miliar.

“Kami bertekad untuk semakin memacu kinerja ekspor furnitur. Apalagi, dengan potensi bahan baku yang kita miliki,” ungkap Menteri Airlangga.

Dia menjelaskan Indonesia merupakan penghasil 80 persen bahan baku rotan dunia, dengan daerah potensial rotan di Indonesia yang tersebar di berbagai pulau, terutama di Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera.

Selain itu, sumber bahan baku kayu di Indonesia juga sangat besar yang berasal dari potensi hutan seluas 120,6 juta hektare dengan 12,8 hektare di antaranya adalah hutan produksi.

“Potensi sumber daya alam yang melimpah ini, seyogianya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung perekonomian bangsa serta untuk Kesejahteraan Masyarakat,” imbuh dia.


Anadolu Agency
Sumber : Anadolu Agency

Komentar