oleh

Indonesia Tenggelamkan 13 Kapal Ikan Asing Ilegal di Perairan Tanjung Datu, Kalimantan

PortalMadura.Com, Jakarta – Pemerintah Indonesia menenggelamkan 13 kapal ikan asing ilegal di Perairan Tanjung Datu, Kalimantan Barat.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam keterangannya mengatakan penenggelaman 13 kapal Vietnam yang digelar pada Sabtu itu merupakan rangkaian dari rencana pemusnahan 51 kapal ikan asing ilegal yang telah memperoleh status kekuatan hukum tetap dari lembaga peradilan. dilaporkan Anadolu Agency, Senin (6/5/2019).

“Ini eksekusi undang-undang, amanah negara untuk menyelesaikan masalah,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dalam keterangannya, Sabtu malam kemarin.

Susi mengatakan penenggelaman kapal ikan asing yang terbukti melanggar hukum merupakan salah satu jalan keluar untuk mengatasi persoalan sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia yang menurun selama bertahun-tahun.

“Melalui penenggelaman kita memberikan kepastian hukum kepada semua orang, kepada investor, dan juga pelanggar hukum,” kata dia.

Loading...

KKP mencatat penenggelaman kapal ikan ilegal mendongkrak produksi perikanan nelayan Indonesia.

Produksi perikanan Indonesia naik 5,24 persen dari 5.363.274 ton menjadi 5.664.326 ton pada triwulan III 2016.

Kenaikan serupa berulang pada periode yang sama 2017 sebanyak 8,51 persen menjadi 6.124.522 ton.

Sementara pada periode serupa Tahun 2018, produksi perikanan naik 1,93 persen menjadi 6.242.846 ton.

Begitu pula PDB perikanan pada triwulan III tahun 2018 naik dari Rp57,84 triliun menjadi Rp 59,98 triliun.

April lalu, Pemerintah juga menenggelamkan dua kapal ikan asing ilegal di Bitung. Rencananya, penenggelaman 36 kapal ikan asing lainnya akan menyusul kemudian.

KKP mencatat sejak Oktober 2014 hingga kini pihaknya telah menenggelamkan 503 kapal ikan ilegal.

Terdiri dari 284 kapal Vietnam, 92 kapal Filipina, 23 Thailand, 73 Malaysia, 2 Papua Nugini, 1 kapal China, 1 Nigeria, 1 Belize, dan 26 kapal Indonesia.


Sumber : Anadolu Agency
Sumber : Anadolu Agency

Komentar