oleh

Ingin Anak Anda Kuat Mental? Ini Dia 6 Caranya

PortalMadura.Com – Mempunyai seorang anak yang memiliki mental kuat pasti menjadi harapan dan keinginan orang tua pada umumnya. Tidak bisa dipungkiri, anak yang berjiwa kuat akan lebih mudah menangkal segala tantangan dalam hidup.

Untuk mewujudkan keinginan itu, tentunya tidak mudah dan ada cara tertentu dalam mendidiknya. Apabila Anda berhasil mendidik anak, maka hasilnya akan membuat anak jadi lebih tangguh.

Sebagaimana menurut psikoterapis, Amy Morin, LCSW, mengajari anak-anak untuk membangun mental kuat dapat membuat mereka tangguh. Itu juga kunci untuk membantu mereka mencapai potensi terbesar mereka dalam kehidupan.

Namun sayangnya, banyak orang tua yang terjebak dalam masalah sehari-hari, seperti pekerjaan rumah dan pekerjaan kantor, yang membuat mereka lupa untuk melihat bagaimana pengasuhan sebenarnya.

“Akibatnya, banyak anak tidak mengembangkan kekuatan mental yang mereka butuhkan untuk menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab,” kata Morin, seperti dilansir Haibunda.com, yang dikutip dari Psychology Today.

Morin menambahkan, anak-anak perlu tahu bahwa mereka dapat memiliki perilaku bertentangan dengan perasaan mereka.

Nah, salah satu cara mendidik anak agar memiliki mental yang kuat adalah dengan menjadi teladan untuknya. Apabila orang tua menunjukkan contoh yang baik di depan Anda, kemungkinan anak akan ikut menirunya juga dan sebaliknya.

“Jadilah teladan yang baik dan tunjukkan pada anak Anda bahwa Anda kadang-kadang memiliki perilaku bertentangan dengan perasaan Anda,” jelas Morin.

Lalu, bagaimana cara mendidik anak agar memiliki mental yang kuat?. Berikut ini beberapa caranya seperti dilansir Haibunda.com, yang dikutip dari Very Well Family:

Ajarkan Keterampilan Khusus

Disiplin adalah tentang mengajarkan anak-anak untuk melakukan hal yang lebih baik untuk waktu selanjutnya, bukan membuat mereka menderita karena kesalahan mereka.

Caranya, gunakan konsekuensi yang mengajarkan keterampilan khusus, seperti keterampilan pemecahan masalah, kontrol impuls, dan disiplin diri.

Keterampilan ini akan membantu anak belajar berperilaku secara produktif, bahkan ketika ia dihadapkan dengan godaan, keadaan sulit, dan kemunduran.

Biarkan Anak Membuat Kesalahan

Berbuat salah tidak selalu menunjukkan ketidakhati-hatian anak. Justru, hal itu bisa menjadi proses belajar baginya. Jadi, ajari anak bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajarnya, sehingga ia tidak merasa malu saat berbuat salah.

Biarkan konsekuensi alami dirasakan anak ketika itu masih aman untuk mereka tangani, dan bicarakan bagaimana cara mencegah agar kesalahan tersebut tidak terulang lagi di lain waktu.

Ajari Anak Realistis

Sulit bagi anak-anak untuk merasa kuat secara mental ketika mereka membombardir diri mereka sendiri dengan kekecewaan, atau ketika mereka memprediksi hal buruk yang akan terjadi pada dirinya.

Oleh karena itu, agar ia merasa lebih nyaman ajari anak untuk membingkai ulang pikiran negatif, sehingga dia dapat berpikir lebih realistis.

Dorong Anak Menghadapi Ketakutan

Jika anak menghindari sesuatu yang menakutkan, ia tidak akan pernah mendapatkan kepercayaan diri yang ia butuhkan untuk menangani perasaan tidak nyaman. Apakah anak takut kegelapan, atau ia takut bertemu orang baru.

Baca Juga : Menurut Psikolog : Kerekatan Hubungan Keluarga Berpengaruh pada Mental Anak

Jadi, peran Anda adalah bantu anak menghadapi ketakutannya selangkah demi selangkah. Beri dia semangat, pujilah usahanya, dan beri penghargaan karena berani, dan dia akan belajar bahwa dia adalah anak yang cakap, yang bisa melangkah keluar dari zona nyaman.

Biarkan Anak Merasa Tidak Nyaman

Meskipun tergoda untuk membantu anak kapan pun dia berjuang, menyelamatkannya dari kesusahan malah membuatnya jadi tidak berdaya. Bahkan menyepelekan usahanya hanya karena Anda telah membantunya.

Maka, biarkan anak merasakan kehilangan ataupun bosan. Minta ia bertanggung jawab atas segala tindakannya, bahkan ketika dia tidak mau. Dengan dukungan dan bimbingan, perjuangan dapat membantu anak membangun kekuatan mental.

Bangun Karakter

Perlu Anda ketahui, anak-anak membutuhkan petunjuk moral yang kuat untuk membantu mereka membuat keputusan yang sehat. Sejak dini, tanamkan nilai-nilai baik pada anak. Serta ciptakan peluang untuk pelajaran kehidupan yang bisa memperkuat nilai-nilai tersebut secara teratur.

Misalnya, tekankan pentingnya kejujuran dan kasih sayang. Anak-anak yang memahami nilai-nilai baik pada diri mereka, lebih cenderung membuat pilihan yang sehat. Bahkan ketika orang lain mungkin tidak setuju dengan tindakan mereka.

Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : Haibunda.com
Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE