PortalMadura.com

Ini 3 Macam Biaya yang Harus Dikeluarkan Saat Proses Perceraian

  • Jumat, 13 Oktober 2017 | 13:00
Ini 3 Macam Biaya yang Harus Dikeluarkan Saat Proses Perceraian
ilustrasi

PortalMadura.Com – Setiap pasangan suami istri harus menjaga keharmonisan rumah tangganya agar terhindar dari perceraian. Sebenarnya memang tidak ada pasangan yang siap melakukan hal itu. Meskipun demikian, banyak hal yang bisa menjadi pemicu perceraian terjadi.

Akan tetapi, banyak juga alasan yang bisa diajukan untuk mencegah perceraian, salah satunya yaitu biaya prosesnya yang sangat mahal. Bahkan, beragam tahapan juga harus dilewati selama berbulan-bulan.

Nah sebelum Anda mengajukan perceraian, sebaiknya Anda perlu mengetahui tiga komponen biaya yang diperlukan untuk memproses perceraian seperti berikut ini:

Pengacara
Pengacara atau advokat akan membantu mengurus perceraian, terutama dalam hal persidangan. Kita sebenarnya bisa saja mengurus perceraian sendiri. Tapi itu untuk Anda yang punya pengetahuan tentang sistem peradilan di Indonesia.

Misalnya tentang pengajuan gugatan, termasuk format suratnya dan apa saja isinya. Jasa pengacara biasanya dibayar berdasarkan hitungan jam atau total tunai. Bila tarif pengacara per jam, berarti tinggal hitung berapa jam dia menjadi konsultan. Kalau total tunai, seperti membayar tukang borongan.

Uangnya sesuai dengan kesepakatan, tidak peduli berapa lama proses berjalan. Biasanya, pengacara di kota-kota besar tarifnya lebih mahal. Di Jakarta, kisarannya bisa sampai Rp 20-50 juta. Itu baru di pengadilan tingkat pertama. Bila sampai banding, kasasi, dan peninjauan kembali, tarifnya akan melambung.

Pengadilan
Umumnya, biaya pengacara sudah mencakup ongkos di pengadilan. Namun kita tetap perlu mengetahui apa saja yang harus dibayar. Apalagi jika berencana mengurus perceraian sendiri.

Pendaftaran perkara : Rp 30.000.
Materai : Rp 6.000
Administrasi : Rp 50.000
Redaksi : Rp 5.000
Panggilan (penggugat 2 kali; tergugat 3 kali). Biaya panggilan tergantung kepada radius jarak tempat tinggal penggugat dan tergugat dengan pengadilan

Itu baru biaya pengadilan di tingkat pertama. Biaya ini berlaku untuk gugatan di pengadilan negeri maupun pengadilan agama. Pengadilan negeri untuk perceraian non-muslim, sedangkan pengadilan agama untuk pasangan muslim.

Pengadilan Selanjutnya
Bila pengadilan di tingkat pertama sudah ada putusan, baik pihak penggugat maupun tergugat bisa saja mengajukan banding. Misalnya karena hak asuh anak tidak jatuh di pihaknya. Demi mendapat hak asuh itu, gugatan banding diajukan.

Nah, ini siap-siap keluar uang lagi. Setidaknya ada tiga komponen biaya, yakni pendaftaran, gugatan banding, dan kirim berkas. Biaya tambahan muncul lagi jika gugatan dibawa ke tingkat kasasi dan kemudian peninjauan kembali.

Makin tinggi tingkat pengadilan, biaya makin besar. Tapi jika pakai jasa pengacara, biaya tambahan yang ditetapkan lebih kecil daripada biaya gugatan awal. Biaya pendaftaran di tiap tingkat umumnya sama, yakni Rp 50 ribu.

Biaya cerai mungkin akan lebih mudah dihitung jika menggunakan pengacara. Namun jelas biaya mengurus perceraian sendiri lebih murah. Meski demikian, semurah-murahnya biaya cerai, Anda tetap harus mengeluarkan uang. Itulah salah satu alasan kenapa bercerai jadi pilihan terakhir untuk mengatasi konflik dalam rumah tangga. (liputan6.com/Desy)

Hari Jadi Sumenep
Hari Jadi Sumenep
Hari Jadi Sumenep
Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional