oleh

Ini Dampak Buruk Terlalu Sering Mencuci Mobil di Musim Hujan

PortalMadura.Com, Jakarta – Sepanjang November hingga Desember musim hujan mulai intens membasahi berbagai wilayah di Indonesia.

Prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bahwa intensitas hujan akan semakin meninggi di akhir bulan Desember 2015 hingga Januari 2016 sebagai dampak dari gelombang panas El Nino.

Loading...

Intensitas hujan yang meningkat membuat banyak pemilik kendaraan berpikir untuk lebih sering mencuci kendaraan mereka dibandingkan bulan-bulan sebelumnya agar kendaraan mereka terus terlihat bersih.

“Tips mudah yang dapat dipraktekkan agar kendaraan Anda tetap terawat adalah luangkan waktu Anda untuk sekedar membasahi dan mengelap mobil 15 menit setelah mobil kehujanan,” terang montir dari salah satu bengkel dan dealer rekanan Carmudi, Umar, Senin (28/12/2015).

Ia menyarankan, agar memilih sampo mobil yang busanya tidak terlalu banyak karena busa yang banyak justru berdampak buruk untuk warna cat mobil. Sampo mobil hanya digunakan jika mobil benar-benar kotor.

“Lalu, rajinlah cek kebersihan engsel mobil, tepi bagasi, tepi pintu mobil, tepi kap mesin dan lainnya karena bagian-bagian inilah penyakit mulai mudah timbul mengingat air hujan atau bekas cucian sering tertinggal,” beber Umar.

Berdasarkan data yang Carmudi dapatkan, terjadi peningkatan pengunjung yang mencuci kendaraan mereka di berbagai lokasi pencucian kendaraan selama musim hujan berlangsung.

Peningkatan pengunjung tersebut melonjak sekitar 20% hingga 30% bila dibandingkan dengan bulan – bulan sebelumnya. Apakah kebiasaan masyarakat mencuci kendaraan mereka lebih sering di musim hujan tersebut benar?

Carmudi mencari informasi dari montir beberapa dealer dan bengkel rekanan dan mereka mengatakan sebaiknya tidak mencuci mobil terlalu sering.

Pada musim penghujan, sempatkan untuk mencuci mobil maksimal seminggu sekali di rumah, dan bawa kendaraan Anda minimal sekali dalam sebulan ke tempat pencucian mobil terdekat untuk dicuci secara menyeluruh.

“Jangan terlalu sering mencuci mobil Anda dan sebaliknya jangan membiarkan kendaraan Anda tidak dicuci dalam jangka waktu lama setelah terkena hujan. Jika mobil terus menerus terkena air maka akan membuat body ataupun mesin menjadi lembab. Keadaan tersebut membuat karat dan jamur singgah di kendaraan Anda,” ujarnya.

Air hujan dan kotoran yang menempel di rongga sasis dan komponen-komponen suspensi bisa mengakibatkan oksidasi pada besi, yang menimbulkan karat.

“Dan jamur yang timbul oleh butir air hujan yang menempel pada mobil membuat cat mobil terlihat kusam dan cukup susah untuk mengembalikan cat mobil yang kusam,” urainya.

Pencucian menggunakan lift hidrolis dapat menjadi solusi untuk membasmi permasalahan musiman tersebut, namun tidak disarankan untuk melakukan pencucian dengan lift hidrolis terlalu sering karena dapat membuat komponen suspensi mobil melemah.

Pada saat mobil diangkat, sistem suspensi dan kemudi mobil dalam kondisi menggantung dapat mengganggu kestabilan mobil karena spooring dan balancing dapat berubah. Mencuci mobil menggunakan lift hidrolis disarankan maksimal dua kali dalam sebulan.

Sementara, Co-Founder Carmudi Indonesia, Gunnar Rentzsch mengungkapkan, bagi sebagian pemilik kendaraan, musim hujan berarti lebih sering mencuci kendaraan.

“Sepanjang dilakukan secara benar dan tidak dilakukan terlalu sering, hal tersebut sah-sah saja,” katanya.

Mencuci mobil menyeluruh sebaiknya hanya dilakukan seminggu sekali. Untuk sehari-hari, cukup mengelap body kendaraan yang basah agar tidak lembab.

“Masih banyak masyarakat yang kurang memahami bagaimana cara merawat kendaraan yang benar di musim penghujan,” pungkasnya.(rls/har)



Komentar