oleh

Ini Fakta Instruktur Senam Muslimah Cantik Asli Sumenep

PortalMadura.Com, Sumenep – Senam aerobik atau senam lainnya yang diiringi dengan irama musik tentu memiliki manfaat besar bagi peningkatan kesehatan serta kebugaran tubuh dan juga baik untuk kesehatan jantung.

Senam aerobik sudah populer pada akhir tahun 1970an di Amerika Serikat dan masuk ke Indonesia sekitar tahun 1980an. Masyarakat mengenalnya sebagai aktivitas kebugaran.

Hingga saat ini senam aerobik sangat populer dan disukai semua kalangan usia. Salah satunya terbukti di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terutama warga yang ada dilingkungan perkotaan.

Tidak hanya kalangan dewasa, anak-anak maupun orang tua selalu meluangkan waktu untuk senam, terutama di hari libur, semisal hari Minggu pagi.

Sejak Kabupaten Sumenep menggagas Car Free Day pada Minggu (22/7/2018) yang terpusat di jantung kota Sumenep, yakni di area Taman Bunga (TB) dan sekitarnya, banyak komunitas yang menggelar senam bersama dan sejumlah even dengan kemasan serupa.

Senam aerobik atau senam lainnya yang diiringi dengan irama musik sudah lama berkembang di Sumenep. Hanya saja, mereka masih terpusat di sejumlah sanggar senam dengan instruktur yang sudah profesional.

Baca : Ribuan Warga Sumenep Antusias Ikuti Senam Depan Labang Mesem

Sabtu (3/11/2018), PortalMadura.Com, berhasil mewancarai salah seorang instruktur senam. Ia adalah Wulandari FJ yang selalu tampil dengan hijab meski saat menjadi instruktur senam diberbagai even.

Sosok muslimah cantik ini, setiap harinya sibuk mengajar senam diberbagai sanggar. Wulan sapaan akrabnya, mengaku sudah cukup lama menjadi instruktur senam.

“Saya menjadi instruktur senam itu sudah tiga tahunan, mas,” terang Wulan pada PortalMadura.Com.

Menurut Wulan, untuk menjaga bentuk tubuh agar seimbang dan sesuai dengan keinginan, selain senam juga harus menjaga pola makan. Misalnya, lebih banyak makan sayur dan ikan, minum air putih tanpa es dan tidak terlalu banyak makan makanan yang cepat saji.

Ditengah kesibukannya menjadi pengajar senam, Wulan juga wajib mengikuti kegiatan lain dilembaga suaminya bertugas, yakni sebagai ibu Bhayangkari dilingkungan Polres Sumenep.

Belum lagi tugas dan kewajiban sebagai ibu dari anak-anaknya. “Semua itu saya lakukan dengan ikhlas, penuh kesabaran dan taat kepada suami,” ujar bulan dibalut senyum ramah.

Wanita yang memiliki tinggi 156 cm dengan berat 54 kg ini mengaku senang dengan dunia senam. Selain untuk kesehatan dan kebugaran tubuh, menjadi instruktur senam juga tidak gratis, alias mendapat bayaran yang tidak kecil.

Dari bayaran itu, diakuinya sangat membantu untuk keuangan rumah tangga Wulan. “Alhamdulillah, sudah sehat, dapat bayaran lagi,” ucap wanita yang suka warna merah dan pink ini.

Sebagai warga negara yang baik, Wulan juga berpesan pada warga Sumenep agar tidak terprovokasi dengan hoaks atau berita palsu (bohong) yang saat ini lagi marak ditengah kecanggihan teknologi.

“Jangan ikut-ikutan share informasi yang tidak jelas sumbernya, terutama di media sosial,” pungkas Wulan.(Hartono)