Innalillahi, Suporter Senior Sekaligus Ikon Madura United Mbah Hosen Meninggal Dunia

Avatar of PortalMadura.com
Presiden Klub Madura United Achsanul Qosasi Saat melayat kemah Almarhum Mbah Hosen
Presiden Klub Madura United Achsanul Qosasi Saat melayat kemah Almarhum Mbah Hosen

portalmadura.com — Dunia sepak bola tanah air, khususnya pendukung setia klub kebanggaan Pulau Garam, kembali berduka. Mbah Hosen, suporter senior yang dikenal sebagai ikon loyalitas Madura United, dikabarkan berpulang pada Sabtu, 19 September 2026.

Kabar duka tersebut disampaikan langsung melalui akun Instagram resmi klub @maduraunited.fc. Kepergian sosok yang akrab disapa Mbah Hosen ini menyisakan duka mendalam bagi manajemen, pemain, serta seluruh elemen suporter Laskar Sapeh Kerrab, terutama karena terjadi tidak lama setelah tim meraih kemenangan penting.

“Madura United kembali kehilangan ikon suporternya. Di saat kita merayakan kemenangan semalam, ada yang harus pergi meninggalkan,” tulis pihak klub dalam pernyataan resminya.

Berdasarkan informasi di lapangan, Mbah Hosen sempat hadir langsung memberikan dukungan penuh saat Madura United menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, pada Jumat malam, 18 September 2026.

Di tengah jalannya pertandingan, ia sempat mendadak harus dievakuasi menggunakan ambulans untuk mendapatkan tindakan medis darurat di area stadion.

Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi, mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya sang suporter setia.

Di mata manajemen, Mbah Hosen bukan sekadar penonton biasa, melainkan simbol ketulusan dan semangat tanpa batas.

“Beliau suporter tertua kami, setia sejak Madura United baru ada. Selalu berdiri di tribun bawah papan skor, lengkap dengan atribut Madura, berjoget sepanjang pertandingan tanpa peduli usia,” kenang Achsanul Qosasi.

Ia juga menambahkan bahwa kepergian Mbah Hosen menjadi pukulan berat bagi atmosfer tribun stadion, mengingat dalam kurun waktu berdekatan klub juga kehilangan sosok suporter berdedikasi tinggi lainnya, yakni almarhum Mimit Tirmidzi atau Cak Mimit.

“Dalam sembilan hari, tribun ini kehilangan dua penjaganya. Berat rasanya,” ujar mantan pimpinan BPK tersebut dengan nada haru.

Manajemen dan jajaran klub menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan semangat yang telah diberikan oleh Mbah Hosen semasa hidupnya.

Perjuangan dan cinta kasihnya terhadap Madura United akan selalu dikenang abadi oleh seluruh masyarakat Madura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses