PORTALMADURA.COM – Mayoritas pemegang saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) secara resmi menyetujui rencana pengurangan modal perusahaan melalui penarikan kembali atau penghapusan sebagian saham treasury dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Rabu (14/10/2026).
Corporate Secretary GOTO, R. A. Koesoemohadiani, mengungkapkan bahwa jumlah saham treasury perseroan yang akan ditarik mencapai 32,18 miliar lembar. Langkah strategis ini membuat jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan mengalami penyesuaian dan turun menjadi 1,15 triliun lembar saham.
Selain menyetujui pengurangan modal, para pemegang saham juga memberikan lampu hijau terkait perubahan Anggaran Dasar perseroan serta memberikan kuasa penuh kepada dewan direksi untuk mengeksekusi rencana tersebut.
Perombakan Susunan Manajemen Perseroan
Dalam agenda rapat yang sama, manajemen GOTO turut mengumumkan persetujuan atas pengunduran diri Catherine Hindra Sutjahyo dari jabatannya sebagai wakil direktur utama. Catherine sebelumnya telah mengajukan pengunduran diri sejak akhir Agustus 2026 karena alasan pribadi dan keluarga.
Pihak manajemen memutuskan untuk tidak mengajukan nama pengganti untuk posisi wakil direktur utama tersebut. Berikut adalah susunan terbaru dewan komisaris dan direksi GOTO:
Susunan Dewan Komisaris GOTO
- Komisaris Utama: Agus D.W. Martowardojo
- Komisaris: Wishnutama Kusubandio
- Komisaris: Andre Soelistyo
- Komisaris: Santoso Kartono
- Komisaris Independen: Dirk Van den Berghe
- Komisaris Independen: Marjorie Tiu Lao
- Komisaris Independen: John A. Prasetio
Susunan Dewan Direksi GOTO
- Direktur Utama: Hans Patuwo
- Direktur: Simon Tak Leung Ho
- Direktur: Sudhanshu Raheja
- Direktur: R.A. Koesoemohadiani
- Direktur: Wuzhen (William) Xiong
- Direktur: Monica Lynn Mulyanto
Pergerakan Saham dan Posisi Pasar
Dari sisi pergerakan pasar, saham GOTO sempat mencatatkan penguatan lebih dari 3% ke level Rp28 per lembar pada perdagangan Rabu (14/10/2026), dengan nilai kapitalisasi pasar menyentuh Rp31,9 triliun. Meskipun demikian, tren harga saham emiten teknologi ini secara tahun berjalan (ytd) masih terkoreksi lebih dari 50%.
Saat ini, GOTO mempertahankan posisinya sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di kelompok industri aplikasi dan jasa internet, serta berada di peringkat ke-68 dari seluruh perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), lapor portalmadura.com.





