Jangan Lewatkan! Pink Moon Hingga Hujan Meteor Lyrid Hiasi Langit April 2026

Avatar of PortalMadura.com
Jangan Lewatkan! Pink Moon Hingga Hujan Meteor Lyrid Hiasi Langit April 2026
Jangan Lewatkan! Pink Moon Hingga Hujan Meteor Lyrid Hiasi Langit April 2026

PortalMadura.com – Para pencinta astronomi di Indonesia akan dimanjakan dengan sederet fenomena langit menakjubkan sepanjang April 2026. Mulai dari kemunculan fase bulan penuh “Pink Moon”, konjungsi langka tiga planet yang membentuk pola segitiga, hingga puncak hujan meteor Lyrid siap menghiasi malam.

Rangkaian peristiwa ini diawali dengan fenomena Pink Moon yang diprediksi terjadi pada 2 April 2026. Pegiat astronomi dari komunitas Langit Selatan Bandung, Avivah Yamani, menjelaskan bahwa penamaan ini merujuk pada tradisi musim semi di negeri empat musim, di mana bunga Phlox subulata atau moss pink mulai mekar.

“Penting untuk dicatat bahwa bulannya tidak benar-benar berwarna merah muda. Warnanya tetap seperti bulan purnama pada umumnya,” ujar Avivah, Selasa (31/3/2026).

Konjungsi Langka dan Formasi Segitiga Planet

Selain purnama, April 2026 menjadi panggung bagi planet-planet di tata surya untuk menunjukkan eksistensinya. Salah satu yang paling dinantikan adalah konjungsi Merkurius, Mars, dan Saturnus pada 20 dan 21 April mendatang.

Fenomena unik ini dapat disaksikan masyarakat menjelang fajar, tepatnya setelah pukul 04.00 WIB. “Ketiga planet tersebut akan berdekatan dan membentuk pola segitiga yang indah di langit arah timur,” tutur Avivah menjelaskan.

Tak hanya itu, rangkaian konjungsi lainnya juga akan terjadi secara bergantian:

  • 6 April: Bulan berdekatan dengan bintang Antares di arah timur-tenggara mulai pukul 23.00 WIB.
  • 16 April: Formasi Bulan sabit tipis bersama Mars, Merkurius, dan Saturnus pada pukul 05.00 WIB.
  • 19 April: Pertemuan Bulan dengan Venus dan gugus bintang Pleiades di langit barat-barat laut.

Puncak Hujan Meteor Lyrid dan Okultasi Asteroid

Bagi pemburu meteor, hujan meteor Lyrid akan berlangsung mulai 14 hingga 30 April. Fenomena yang berasal dari debu ekor komet Thatcher C/1861 G1 ini akan mencapai puncaknya pada 21-22 April 2026.

Pengamat dapat mengarahkan pandangan ke rasi bintang Lyra di langit timur laut mulai pukul 22.09 WIB. Pada saat puncak, diperkirakan akan muncul sekitar 18 meteor per jam yang melesat dengan kecepatan 49 kilometer per detik.

Menutup rangkaian fenomena bulan ini, sebuah peristiwa langka bernama okultasi akan terjadi pada 26 April. Asteroid Strenua dilaporkan akan melintas tepat di depan bintang HIP 35933 di rasi Gemini, yang mengakibatkan cahaya bintang tersebut meredup selama kurang lebih 2,8 detik.

Jalur bayangan lintasan asteroid ini diprediksi melewati wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Untuk menyaksikannya, komunitas Langit Selatan menyarankan penggunaan teleskop dengan diameter minimal 6 sentimeter yang diarahkan ke posisi bintang antara pukul 21.00 hingga 22.00 WIB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses