oleh

Jangan Mengurung Diri, Bupati Harus Bangun Investasi

PortalMadura.Com, Pamekasan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur menuntut bupati Achmad Syafii untuk membangun iklim investa yang baik, guna mengembangkan ekonomi daerah ke arah yang lebih baik.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Suli Faris mengatakan, dalam tiga tahun sisa kepemimpinan Achmad Syafii dan Khalil Asy’ari (ASRI) harus bisa membangun iklim investasi yang kondusif agar Pamekasan tidak menjadi kota mati seperti yang kita rasakan saat ini.

“Baik peluang dalam usaha perhotelan, restorant dan yang lain. Tentunya sesuai dengan budaya hidup masyarakat Pamekasan sendiri. Hemat saya, kita tidak bisa terus mengurung diri seperti sekarang,” katanya, Senin (11/5/2015).

Koordinator Komisi II itu melanjutkan, Pamekasan yang identik dengan kota pendidikan dan kota batik itu harus bisa berbenah serta bersaing dengan kabupaten lainnya di Jawa Timur. Sehingga, tidak lagi menjadi penonton di tengah berkembangnya ekonomi daerah lain.

“Hal itu harus segera dilakukan oleh pemangku kebijakan, jika tetap seperti ini, lantas sampai kapan Pamekasan menjadi kota mati seperti ini terus,” tegasnya.

Loading...

Sebetulnya, Pamekasan bukanlah kabupaten mati dan tidak diminati oleh investor jika pemerintah kabupaten (Pemkab) dapat bergerak maju dan membuka peluang kepada semua pihak. Peminat untuk mengembangkan usaha tentu sangatlah banyak, baik dari dalam maupun dari luar.

“Cuman, perlu ada welcome dari pemkab, maksudnya adalah bagaimana ada rumusan, pemikiran dan kebijakan yang bisa memberikan jaminan kepada investor bahwa Pamekasan tidak seperti yang dikembangkan sekarang. Artinya, kita harus bisa merubah image,” tandasnya.

Dari segi keamanan, tidak jauh dari tiga kabupaten lainnya di Madura atau bahkan di Jawa Timur, akan tetapi hanya membutuhkan kreasi dan terobosan baru dari pihak eksekutif, utamanya pemangku kebijakan.

“Di bidang investasi memang kita harus mengakui kalau kita ini mati, tidak ada investasi yang mengalir. Untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan, konsep yang diterima oleh seluruh kabupaten di Indonesia adalah membangun investasi,” tukasnya. (Marzukiy/har)



whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar