PORTALMADURA.COM, Jakarta – Tim Nasional Indonesia dijadwalkan bersua Timnas Bulgaria dalam laga lanjutan ajang FIFA Series 2026. Pertandingan krusial ini akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin (30/3/2026).
Menjelang duel panas tersebut, perhatian publik sepak bola Tanah Air tertuju pada sosok pelatih Skuad Garuda, John Herdman. Laga ini menjadi ujian besar bagi juru taktik asal Inggris tersebut, mengingat rekor pertemuannya yang kurang mengesankan saat menghadapi tim-tim dari Benua Biru sepanjang karier kepelatihannya.
Analisis Rekor Pertemuan John Herdman vs Tim Eropa
Berdasarkan data yang dihimpun dari Transfermarkt, Minggu (29/3/2026), Herdman memiliki pengalaman menukangi tim U-23 dan tim nasional senior Kanada sebelum berlabuh di Indonesia. Namun, catatan statistiknya melawan representasi Eropa menunjukkan dominasi kekalahan.
Dari total enam pertemuan yang tercatat, pelatih berusia 50 tahun itu hanya mampu mengemas satu kemenangan, satu hasil imbang, dan harus menelan empat kali kekalahan.
Satu-satunya kemenangan manis diraih Herdman saat memimpin tim Kanada U-23 dalam laga uji coba melawan Turki U-23, di mana timnya unggul tipis 1-0. Sementara itu, hasil kurang maksimal didapat ketika menghadapi tim-tim Eropa lainnya, termasuk saat melawan Islandia dalam laga persahabatan, serta Belgia dan Kroasia pada putaran final Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar.
Rekapitulasi Pertandingan John Herdman Melawan Tim Eropa
Berikut adalah detail hasil pertemuan John Herdman melawan tim-tim Eropa sepanjang kariernya:
- Portugal U-19 0-0 Kanada U-23 – Laga Persahabatan (28 Mei 2018)
- Kanada U-23 1-0 Turki U-23 – Laga Persahabatan (31 Mei 2018)
- Prancis U-20 2-1 Kanada U-23 – Laga Persahabatan (7 Juni 2018)
- Kanada 0-1 Islandia – Laga Persahabatan (16 Januari 2020)
- Belgia 1-0 Kanada – Piala Dunia 2022 (23 November 2022)
- Kroasia 4-1 Kanada – Piala Dunia 2022 (27 November 2022)
Laga melawan Bulgaria di SUGBK besok menjadi momentum penting bagi John Herdman untuk membuktikan kapasitasnya dan mencoba memperbaiki catatan merahnya melawan tim-tim Eropa, sekaligus membawa Timnas Indonesia meraih hasil positif di ajang FIFA Series.





