oleh

Kabupaten Kepulaun Sumenep, Ketua Komisi I: Keniscayaan yang tak bisa di tampik

PortalMadura.Com, Sumenep – Deklarasi panitia persiapan kabupaten kepulauan Sumenep (PPK2S) yang dilakukan oleh pemuda dan mahasiswa di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (8/5/2016) menjadi topik perbincangan menarik diberbagai kalangan.

Salah satunya, Ketua Komisi I DPRD Sumenep, Darul Hasyim Fath angkat bicara. Bahwa, desentralisasi politik sebuah wilayah, seperti menjadikan kepulauan sebagai entitas politik baru dengan menjadi kabupaten adalah keniscayaan yang tidak bisa di tampik siapapun sepanjang untuk kedaulatan rakyat dan keadilan ekonomi.

Loading...

“Agar keniscayaan itu menjadi gerakan dan kekuatan bersama, maka abaikan kepentingan sekelompok orang atau partai politik tertentu yang hanya ingin mendapatkan dukungan masyarakat kepulauan,” tegas Darul, sapaan akrab Darul Hasyim Fath asal Pulau Masalembu, Sumenep, Senin (9/5/2016).

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, partai politik (Parpol) tidak menjadi nomor satu dalam rangka menggerakkan semua kekuatan masyarakat kepulauan. “Parpol memang penting, tapi masih ada diurutan dua. Sebaiknya bangun bersama-sama keniscayaan itu untuk kedaulatan rakyat dan keadilan ekonomi bersama semua elemen masyarakat,” tandasnya.

Sebelumnya, puluhan mahasiswa dan pemuda asal kepulauan Sumenep menggelar deklarasi Panitia Persiapan Kabupaten Sumenep(PPK2S) diatas kapal.

Teks deklarasi dibacakan sesepuh warga kepulauan, Mahmud. Mereka melakukan deklarasi diatas kapal kayu yang juga sebagai bentuk protes kepada pemerintah daerah Kabupaten Sumenep terhadap fasilitas KM Darma Bahari Sumekar (DBS) yang merupakan kapal milik Pemkab setempat yang dinilai sudah tidak layak digunakan.(Hartono)