oleh

Kapolres “Ada Pelanggar Yang Ngebut, Lalu Jatuh dan Tak Sadarkan Diri”

PortalMadura.Com, Sumenep – Kapolres Sumenep AKBP Marjoko mengakui jika anggota Satlantas sedang melakukan operasi mobile terhadap kendaraan bermotor diwilayah hukum Sumenep.

“Iya, memang sedang ada operasi mobile terhadap kendaraan bermotor,” terang Marjoko, Kamis (23/10/2014).

Diakui jika ada salah seorang pengendara motor yang ngebut dan hendak melarikan diri saat ada petugas. “Ada pelanggar yang ngebut, lalu jatuh dan tak sadarkan diri. Anggota saya sudah berusaha menghentikan, kenapa lari. Bukan mengejar,” ujarnya.

Dia menjelaskan, operasi mobile sebagai upaya mengungkap curanmor (pencurian kendaraan bermotor), semua kendaraan akan dicek, baik STNK maupun mesin. “Jika tidak ada STNK akan kita proses lebih lanjut,” katanya.

Dugaan pemukulan yang dilakukan oknum petugas lantas, pihaknya akan berpatokan pada hasil visum. “Ya tergantung hasil visumnya. Apakah dipukul atau tidak. Memang ada luka gores di dahi sampai hidung,” terangnya.

Pihaknya mengaku sudah melakukan introgasi terhadap anggotanya yang sedang bertugas di lapangan. Ada 18 orang yang diterjunkan dalam operasi mobile tersebut. Namun, yang sedang bertugas di wilayah Guluk-Guluk dan sekitarnya ada 9 orang.

Sebelumnya, Hadiri (45), warga Desa Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh oknum petugas Satlantas Polres Sumenep. Akibatnya, mengalami luka-luka dan tak sadarkan diri.

Korban yang sebelumnya dibawa ke Puskesmas Ganding, kini dirujuk ke Rumah Sakit dr Moh Anwar Sumenep.(dus/htn)

Komentar